Ojo Lamis 1 ( Misi Menguatkan cinta)


Ojo Lamis

Ojo sok gampang
janji wong manis
yen to amung lamis
Becik aluwung prasojo nimas
ora agawe cuwo

Tansah ngugemi
tresnamu wingi
jebul amung lamis
koyo ngenteni thukuling jamur
ing mongso ketigo

Aku iki prasasat
loro tan antuk jampi
mbok ojo amung lamis
kang uwis dadine banjur didis

Akeh tulodo kang demen cidro
Uripe rekoso
milih sawiji endi kang suci
tanggung biso mukti

Bait-bait diatas adalah sebuah lagu dalam bahasa jawa yang memberikan nasehat  baik kepada kita baik laki-laki atau perempuan. Inti pengajaran lagu tersebut adalah : jangan mudah / gampang berjanji memberikan cinta kalau hanya berdusta, lebih baik jujur karna jujur menghindarkan rasa kecewa.

Seseorang yang menunggu janji dusta wanita ibarat menunggu tumbuhnya jamur di musim kemarau. Akibat dari janji dusta seperti sakit yang tidak ada obatnya. Jangan berdusta karna yang sudah-sudah berdusta menyebabkan celaka, banyak contoh orang yang suka berkhianat / mengingkari janji hidupnya susah. Pilihlah satu yang benar yang suci dan pasti hidupmu akan bahagia.

Cerita dalam serial ojo lamis ini mengisahkan perjalanan hidup seseorang di masa mudanya dalam hal cinta. Baik itu perempuan atau laki-laki. Kata-kata Ojo lamis bagi orang-orang jawa memang identik dan sering diberikan kepada wanita. Hal ini dikarenakan wanita sangat halus dalam perkataan dan setiap perbuatannya. Bahkan wanita sering mengingkari janji setia cintanya kepada laki-laki (walaupun tak jarang laki-laki juga ingkar janji). Dan nyaris hal ini tidak membuat sadar laki-laki bahwa si perempuan sedang berbohong, sedang berencana jahat  dan sedang ingin mempermainkan pasangannya. Dan yang pasti cerita ojo lamis memotret sketsa dunia yang terjadi di sekitar kita.

Sebut saja Eboy temannya wongbru yang dikenal selama ini tidak pernah berhubungan atau pacaran dengan wanita. Suatu ketika Eboy mengatakan kepada Wongbru kalau dia mempunyai temen deket wanita alias girlfriend. Kontan saja hal ini membuat Wongbru dan teman-teman Eboy satu tim di impala menjadi kaget terheran-heran. “Benar boy sudah ada TTM nih, kenalin dong sama kita?”

Eboy hanya tertawa cenge-ngesan menjawab pertanyaan dari teman-temannya. “Nanti deh kapan-kapan aku kenalin cewek aku, pokonya sip dech. Orangnya komunikatif interpersonal, cantik  and smart bro”. Begitu Eboy menjelaskan kepada teman-temannya yang semakin penasaran saja dengan cewek Eboy.

Usut punya usut, ternyata cewek Eboy ini adalah adik teman sekolah Eboy waktu di SLTA dulu. Teman Eboy satu SLTA itu namanya Jono. Dan adik Jono bernama Tamya. Kedua kakak beradik cowok cewek ini kedua orang tuanya ternyata telah berpisah. Dan mereka sekarang  tinggal bersama ibunya. Jadi mereka hidup dengan single parent. Jono dan Tamya sama-sama sudah bekerja di pabrik. Dan Tamya memang bekerja sebagai staff kantor di sebuah perusahaan. Dari hasil kerja mereka, Jono dan Tamya telah bisa membeli tanah dan membangun rumah untuk nyokapnya. Tapi katanya sih lebih besar  uang Tamya dibanding uang Jono untuk membangun rumah itu.

Satu per satu teman Eboy di impala sudah mengetahui seperti apa wajah Tamya. Mereka dilihatin foto-foto Tamya melalui foto handphone yang kala itu masih ngetren oleh Eboy. Hanya Wongbru yang sering diajak ngapel ke rumah Tamya oleh Eboy. Pertama bertemu dengan Tamya Wongbru langsung membaca karakternya. Memang Tamya cantik, smart dan modiste. Tetapi kalau yang jeli akan melihat matanya sedikit liar dan punya pengaruh mungkin sedikit ada magicnya.

Dan benar saja tak berapa lama Eboy mulai mengeluh dengan ulah pacarnya. Mulai yang marah-marah, janji nge-date yang batal, dan tahu-tahu jalan dengan orang lain. Waduh gawat keadaan semakin runyam. Pernah Eboy aku saranin untuk mencegat Tamya yang sedang jalan dengan pria PIL X1 dan tanyain bener-bener si Tamya. Eboy mulai esmosi, di telphone lah Tamya dan di tanya dimana sekarang. Eboy ingin bertemu Tamya. Di dalam pesan singkatnya Tamya menjawab,”Tunggu aku di ujung perumahan, jam 14.00 wib”.

Eboy langsung bergegas menuju tempat yang dimaksud Tamya. Sengaja Eboy datang lebih awal untuk melihat-lihat situasi dan keadaan. Dan benar tepat waktu yang dijanjikan Tamya datang. Dia di drop oleh PIL X1 yang datang menggunakan motor. Eboy hanya bisa melihat dari kejauhan. Begitu sudah ketemu dengan Tamya, Eboy memberondong seribu pertanyaan dan ungkapan. Tamya hanya tertunduk dan menangis sambil sesekali menjawab sinis. Tamya ngambek berat dan tidak mau diantar oleh Eboy. Tamya memaksa dirinya pulang berjalan kaki ke rumah yang jaraknya hampir setengah kilo meter. Eboy langsung ngeloyor ke rumah Wongbru untuk curhat.

Setiap temannya curhat Wongbru selalu mendengarkan dengan antusias bahkan memberi motivasi untuk bangkit. “ Bagaimana kondisi sebenarnya dengan si cewek itu, kalau memang dia sangat berarti bagimu dan layak untuk diperjuangkan jadi cewek kamu kejarlah dia dan jadikan dia cinta matimu”. Demikian Wongbru memberi motivasi. Dan biasanya teman-temanya selalu mendapat spirit dari kata-kata ampuh Wongbru. Eboy kembali mereposisi kembali hatinya yang hampir hancur untuk mendatangi Tamya.

Beberapa minggu kemudian suasana mulai cair antara Eboy dan Tamya. Eboy kembali ceria ketika bermain di rumah Wongbru karna mendapatkan kembali Tamya yang hampir hilang. Tetapi Wongbru mulai tambah curiga ketika diajak kembali main ke rumah Tamya untuk ngapel. Ketika Wongbru dan Eboy sampai di rumah Tamya, ternyata sudah nongkrong monkey ehh…seorang cowok yang ternyata adalah PIL X1. Kelihatannya belum lama juga PIL X1 sampai. Tak lama berselang muncul Tamya dari samping belakang rumah(…curiga). Tamya langsung menyapa ramah kami bertiga, say hello..dan masuk ke rumah untuk ganti pakaian.

Tamya kemudian keluar dengan membawa minuman syrup coco pandan dingin dan menghidangkan minuman untuk kami berempat. Oya satu gelas minuman lagi adalah untuk Jono, kakak Tamya yang ikut ngobrol dengan kami bertiga. Ngobrol ngalor ngidul terjadi dan speak-speak datar, tawar dan hambar terjadi. Rupanya si PIL x1 adalah anak dari mantan GM di tempat Wongbru bekerja, tapi entah dari istri yang ke berapa. Waduh turunan tukang kawin dong??. Tak lama PIL X1 pamitan pulang duluan.

Eboy masuk ke rumah Tamya sebentar, maklum hubungan Eboy dengan keluarga Tamya sudah sangat dekat bahkan sudah seperti keluarga sendiri. Tak lama setelah Eboy keluar dan bergabung lagi dengan Wongbru dan Jono, Eboy ngajak pulang Wongbru. Setelah menghabiskan sisa rokok yang dihisap Eboy dan Wongbru akhirnya pamit pulang kepada Tamya, Jono dan mamanya.

Tak disangka ketika Wongbru lagi muter motor untuk pulang, Tamya memanggilnya dengan panggilan menggoda. Sepertinya dia tahu kalau wongbru memikirkan wajah cantik Tamya.”Omm, Om Wongbru…” dan ketika Wongbru menoleh sambil senyum Tamya melanjutkan,”Mau pulang nih om?. Terlihat Tamya berkata dari belakang jendela nakal menggoda. “ Yoi, kita pulang”. Jawab Wongbru agak sedikit salah tingkah.

Di sepanjang jalan Eboy dan Wongbru membicarakan hal keberadaan PIL X1 dirumah Tamya. Wongbru kali ini tak banyak berkomentar takut Eboy jadi bingung. Wongbru hanya menasehatkan agar Eboy lebih hati-hati dengan Tamya. “Kalau sekarang terserah sama ente Boy, saya nggak bisa memberikan penilaian dan perkiraan. Tapi sepertinya parah juga tuh Tamya..slebor”. Eboy hanya mengangguk tanda setuju. Dan mereka berdua akhirnya faham type seperti apa Tamya itu.

Setelah kejadian di sore itu dengan adanya PIL X1 I rumah Tamya, Eboy masih berhubungan dengan Tamya seperti sepasang kekasih. Tetapi selang beberapa bulan tanpa di duga dan tanpa ada sebab apa-apa, dan nggak tahu cowok mana yang disebut-sebut, Tamya memutuskan cinta sepihak dan mengatakan kalau Tamya akan segera menikah dengan PIL X2 (bukan PIL X1). Walah tobat..tobat… Wongbru kaget bukan kepalang apalagi Eboy. Beruntunglah Eboy bukan cowok melankolis dan cengeng seperti Wongbru hehehe…sehingga bisa menghadapi situasi yang pahit itu.

Ternyata apa yang diomongin Tamya benar. Tamya benar-benar married. Eboy dan Wongbru mendapat sepucuk undangan pernikahan. Mereka berdua akhirnya datang juga ke pernikahan Tamya. Weleh…weleh nduk…nduk lamis temen tho lambemu…hem…

Begitulah akhirnya Tamya meninggalkan Eboy begitu saja tanpa rasa menyesal. Diperjalanan cintanya setelah Tamya, Eboy ternyata mengalami banyak kegagalan. Kurang lebih mirip-mirip dengan kisah cintanya Eboy-Tamya. Sebut saja dengan cewek berinisial IJO. Tiga bulan pacaran Eboy ditinggal begitu saja, dengan cewek indo jawa Sumatra (Niko) yang stylenya ok punya, eh..4-6 bulan di tinggal sepihak juga. Kemudian dapat cewek yang bener dari kampung asalnya (Imah), tapi pacaran jarak jauh, ternyata bonyok nggak setuju. Waduh Boy perjalanan cintamu panjang juga. Sepanjang cerita romeo dan Juliet.

Setelah beberapa tahun kemudian Wongbru agak jarang bertemu dengan Eboy. Mendadak Eboy mengabarkan kepada Wongbru bahwa ia telah menikah. Wongbru kaget mendengar berita itu. Apa benar Eboy menikah?. Wongbru kemudian membuktikan berita itu kerumah Eboy. Ternyata benar Eboy telah menikah, kali ini cewek yang dia kawini muslimah berjilbab dan bercadar pula. Eboy Eboy akhirnya kamu temukan juga pelabuhan cintamu. Eboy hingga kini sudah dikaruniai seorang anak

Inilah realita hidup ini

Related post :

Ojo Lamis 2

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

2 Responses to Ojo Lamis 1 ( Misi Menguatkan cinta)

  1. Pingback: Ojo Lamis 2 (Misi Menggagalkan Cinta) « wikisopo

  2. Pingback: The Adventure Of Wong Fei Hung In Nusantara Archipelago « wikisopo

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: