Air Mata Untuk Kelinciku Yang Manis


“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga). (Qs Al Imron :14)

 Suatu waktu aku berkeinginan memelihara kelinci. Berhubung dulu kakakku pernah memelihara kelinci waktu dikampung. Bahkan sampai mencapai jumlah 60 ekor. Akupun sedikit banyak mengetahui bagaimana memelihara kelinci. Dan memang aku juga punya niat, hoby memelihara kelinci siapa tahu juga bisa bernilai ekonomi nantinya. Niat itu seperti mendapat moment tepat. Kakakku yang dulu pernah memelihara kelinci dikampung, sekarang kembali memelihara kelinci bahkan dari jenis dan spesies yang lebih bagus yaiyu jenis flam giant.

Waktu ngobrol-ngobrol dengan kakak soal kondisi perusahaan, dan situasi ekonomi secara lebih luas, kakak berpesan agar bersiap-siap menghadapi PHK. Karna hakekatnya semua buruh dibawah ancaman kehilangan pekerjaan. Nah bagaimana sikap dan tindakan kita mempersiapkan sedini mungkin persiapan itu. Salah satunya kakak menyarankan befikir entrepreneur dan menawari untuk memelihara kelinci, siapa tahu bisa bernilai ekonomi. Karna kakak menawari, aku langsung memberanikan diri untuk minta sepasang kelinci agar bisa dikembangbiakkan. Dan kakak menjawab akan mengirimi sepasang kelinci untukku.

Aku sangat senang mendengar jawaban kakak yang akan mengirimiku sepasang kelinci. Kebetulan juga keponakan ada acara nganter teman ceweknya ke daerah dekat kakakku tinggal, diwonosobo. Aku langsung minta tolong untuk mampir ke rumah kakak mengambil kelinci itu. Keponakan dengan senang hati menerima permintaan tolongku itu. Dan aku tinggal menantikannya.

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya keponakan balik juga dari Wonosobo membawa sepasang kelinci pesananku. Aku sangat gembira melihat sepasang kelinci yang manis dan lucu itu. Tak terkecuali kedua anakku dan istriku. Sepasang kelinci itu kemudian dicarikan kandang oleh istriku. Kebetulan ada tetangga yang pernah memelihara kelinci tapi mati, sehingga kandangnya tidak dipakai lagi. Kandang itu awalnya hanya kami pinjam, tetapi kemudian kami beli dengan harga yg disepakati.

Sepasang kelinci itu kami pelihara dengan baik. Dan kami berikan makanan yang baik pula. Bahkan istriku merawatnya dengan sangat baik. Sehingga dalam waktu sekitar 1 bulan sepasang kelinci yang baru lahir 1 bulanan itu sudah terlihat perkembangannya. Badannya gemuk dan terlihat lebih gede dari sebelumnya. Singkat cerita kami sekeluarga senang dan gembira dengam binatang ternak peliharaan kami itu. Terlebih aku yang menyayangi dan mencintai sepasang kelinci itu sebagai harta kecilku.

Namun suatu pagi istriku menjemur sepasang kelinci itu dengan kandangnya agar ada rasa hangat setelah beberapa hari sebelumnya kelinci-kelinci itu dimandikannya. Hanya saja pintu kandang yang besar tidak diberikan penutup kuat seperti gembok atau kawat. Dan ketika baru saja kandang itu ditinggalkan oleh istriku beberapa saat, datanglah seekor anjing mendekati kandang kelinci itu. Si anjing segera mengais-ngais pintu dan berhasil membukanya. Kelinci betinaku yang tak menyadari bahaya malah mendekat dan akhirnya si anjing menggigitnya dan membawanya berlari. Entah sudah apa yang dilakukan anjing itu sehingga kelinciku itu mati.

Teriakan anak-anak yang sedang bermain di dekat kandang kelinci itu tak mampu mengahalau si anjing. Dan praktis membuatku terperanjat bangun dari tiduran dan rasa kantuk setelah semalam pulang bekerja ( mock up product / installation for exhibition, JCC ) sampai jam 02:00 dini hari. Aku langsung berhambur keluar. Terlihat beberapa puluh meter di depan jalan kelinciku tergeletak ditinggalkan si anjing. Istriku datang mengambilnya. Setelah istri mendekat aku melihat kelinciku hidungnya telah berdarah, terkulai dan lemas. Walau masih sedikit nafasnya tersengal. Aku tak tahan melihat dan memegangnya. Terpikir olehku jika kelinci itu masih hidup, mubazir jika akan mati, maka aku bilang ke tetangga sebelah yang sering menyembelih hewan,”Pak, sembelihin kelincinya sayang”. Namun hatiku sebenarnya tak tega melihat dia mati sia-sia apalagi sudah sekarat dan akan disembelih pula.

Aku langsung masuk ke dalam rumah dan menelungkup diatas bantal. Gemuruh di dada atas rasa kehilangan, kasihan, kecewa, dan rasa memiliki dan mencintai kelinci itu sedikit berlebih telah memaksaku mengeluarkan sesenggukan sedih dan air mata. Ya..aku telah kehilangan sesuatu yang aku cintai, seekor kelinci yang cantik. Sempat aku akan berfikir menyalahkan istri dan anak-anak yang mungkin membuka tutup kandang kelinci itu sebagai penyebab matinya kelinciku digigit si anjing.

Namun beberapa saat aku terdiam. Introspeksi. Semua aku kembalikan kepada Allah SWT. Aku jadi teringat firman Allah SWT diatas (Qs Al Imron :14). Bahwa kelinci itu salah satu binatang ternak yang telah kucintai. Dan harta dan anak adalah ujian buat kita semua. Kematian kelinci itu adalah qodratnya dan aku jadikan pelajaran berharga sekaligus teguran buatku dari Allah SWT. Semua itu tersadar setelah kakakku mengirim pesan singkat. “Tidak usah kecewa, mungkin kelinci itu belum rezeki milikmu”.

Astaghfirullahalladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaihi… aku ucapkan lirih dibibir dan dihati sebagai permohonan ampunan dari rasa salah dan malu kepada Allah SWT. Dengan kejadian itu semakin aku sadar betapa sangat kecilnya kita dihadapan Allah SWT.

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

One Response to Air Mata Untuk Kelinciku Yang Manis

  1. Pingback: The Adventure Of Wong Fei Hung In Nusantara Archipelago « wikisopo

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: