Si Dogol Penjahat Kelamin (iii)


Si Dogol penjahat kelamin yang satu ini cukup eksentrik dan menarik. Selain perawakan tinggi besar si Dogol ini juga cukup ganteng dengan mata sedikit sipit mirip Jet Lee atau Steven Cow. Si dogol yang satu ini kita beri nama bang Roky.

Awal mula bertemu dengan Roky orangnya sangat ramah, sopan, gampang menyapa dan cepat akrab. Dan tahu pekerjaannya bro? Roky adalah pedagang keliling kue-kuean dengan dipikul. Tetapi untuk ukurannya dia termasuk cerdas, walaupun masih lugu dan jujur bila bertemu saya. Atau merasa malu untuk bohong karena dianggapnya saya punya six sense. Memang beberapa orang sedikit lebih ilmunya yang melihatku mengatakan ada sesuatu didiriku. Dan mengatakan ada kelebihan dalam diriku. Termasuk si engkoh dari singkawang, pak ustadz dari Sukabumi dan bang Roky dari tetangga kampung gabus ini.

Alkisah, setelah berpetualang malang melintang menaklukkan gadis dan duel antar genk kampung akhirnya bang Roky mulai berfikir untuk insyaf. Menata kembali kehidupannya ke jalan yang benar. Walaupun harus dengan dua istri yang dia nikahi. Sudah berapa banyak perempuan korban nafsunya dan berapa nyawa korban keberaniannya, hanya bang Roky yang tahu. Dan untuk meninggalkan masa kelamnya itu bang Roky merantau dengan berjualan kue keliling di kota tetangganya. Itulah awal pertemuanya denganku.

Dengan uang yang banyak karena Roky bekerja pada bos beras yang besar. Dan dengan keberaniannya karna ilmu2 kesaktian dia miliki. Roky melirik gadis panggung. Setelah beberapa kali nyawer dengan jumlah yang banyak dan mengalahkan penyawer yang lain akhirnya gadis panggung itu takluk di bawah selangkangan bang Roky. Namun tak lama setelah puas gadis panggung itu ditinggalkan begitu saja.

Ada lagi pengejarannya terhadap perempuan. Melihat ada dara kampung yang sangat cantik menurut Roky. Dia langsung beraksi untuk menaklukkannya. Kali ini Roky menggunakan magic untuk mendapatkan kembangdesa itu. Tak tanggung2 Roky langsung mendatangi legenda atau sesepuh di dunia pelet. Siapa lagi kalau bukan nini pelet hehehe…yah sebut saja begitu broo. Nini pelet akhirnya menurunkan ilmunya kepada bang Roky karena kepiawaian bang Roky dalam berargurmen dan merayu nini pelet. Dan benar saja dalam waktu yang tak lama kembang desa itu jatuh ke pelukan bang Roky. Setelah puas menembak miss veggy dengan pistolnya yang caliber 9 mm bang Roky seperti biasa kabur dengan teratur men inggalkan kembang desa itu.

Mata jalang bang Roky tak berhenti disitu. Mendengar ada janda kembang lagi membuka warung kopi bang Roky langsung menuju TKP. Benar saja kata orang ntuh jande memang bohay sedap broo. Bang Roky langsung mengeluarkan rayuan maut, tak lupa ilmu warisan nini pelet dan tak ketinggalan pundi-pundi dolang di keluarkannya. Jande kembang itu takluk juga di pelukan bang Roky. Namun ada yang aneh dengan janda itu. Bang Roky dilarang datang ngapel buat glemesin urat tegangnya pada malam Jumat.

Dasar bang Roky anak nekat dan penasaran juga. Dia gak peduli pesan si jande agar jangan datang pada malam Jumat. Akhirnya bang Roky datang juga ngapel itu jande pada malam Jumat. Si jande tidak menunjukkan gelagat yang aneh. Bang Roky langsung saja mendekati si jande saking ngebetnya (pengin ML ) dempat-dempet toal-toel kali begitu ya bro. Nggak tahunya lagi asyik-asyik setengah mesra-mesaraan terdengar suara sedikit kaget,”Lu ada di sini tong”. Bang Roky tak kalah kagetnya karena yang negur itu adalah babehnya. Walah..wlah..ternyata selama ini ntuh jande buka 2 shift. Satu shift buat bang Roky satu shift lagi buat babehnya bang Roky.

Bang Roky beranjak mengajak si jande masuk ke dalam rumah. Si jande ditanya,”Babeh gue ntuh yang didepan warung yang kumisnya tebel, apa juga ikutan member kopi pangku mpok?”. Jawab si jande,”Iye bang habis anak sama bapak sama royalnya sih kalau ngasih uang, abang sih dibilang jangan datang malam Jumat datang juga”. Keduanya tertawa kecil sendiri dan bang Roky keluar rumah lagi untuk minum kopi bareng2 sama babehnya. Karena sudah tahu sama tahu anak dan bapak itu pulang bareng, nggak jadi perang bareng koboy dengan musuh utama miss veggy. Mereka rupanya ingat pesan menhub, sesama bis kota dilarang saling mendahului hehehe….

Entah ketemu dan kenalan dimana bang Roky dapat gebetan baru. Kembang desa yang montok yang rumahnya agak jauh dari desanya. Karena kembang desa maka banyak juga kumbang-kumbang yang datang menyatroni dan pengin menghisap madunya. Syahdan, ada jagoan sekampung ama cewek yang naksir juga sama ntuh kembang desa. Mungkin sudah direncanakan sama jagoan dan kawanannya, bang Roky disatroni selagi ngapel. Keributan terjadi di rumah si cewek. Namun akhirnya dapat dilerai oleh para orang tua kampung itu. Bang Roky disarananin sama keluarga cewek agar jangan pulang malam itu. Takut sang jagoan menghadang bang Roky di jalan.

Tapi emang dasar bang Roky nggak punya rasa takut dia nekat pulang juga. Dan benar saja di tengah jalan bang Roky dan satu orang temen ngapelnya di cegat oleh jagoan kampung dan kawanannya. Perkelahian tak dapat dielakkan. Namun naas bagi kawanan jagoan kampung itu mereka mendapat lawan yang tangguh. Sang jagoan pemimpin kawanan yang naksir si kembang desa berhasil di hajar bang Roky dan nggak tanggung-tanggung, untuk memukul mundur kawanan jagoan yang jumlahnya 20an lebih, bang Roky terpaksa memotong kuping sang jagoan dengan pisau yang berhasil dia rampas dari musuh. Kawanan itu mundur dan bang Roky menancapkan potongan kuping musuh dengan pisau di sebuah pohon. Hal itu untuk peringatan kepada musuhnya jangan berani macam-macam kalau nggak mau bernasib sama.

Perseteruan antara bang Roky dan jagoan kampung si kembang desa tak dapat dihindarkan. Awalnya perseteruan urusan pribadi menjadi perseteruan antar kampung. Beberapa kali kampung bang Roky diserang orang2 kampung si jagoan. Dan begitu sebaliknya. Setelah menelan korban nyawa, harta dan rumah hancur di kedua belah pihah dan aparat pun sudah ikut campur, namun perseteruan antar kampung itu tidak bisa dihentikan.

Atas saran dan nasehat sesepuh suku dan orang tua adat kampung itu, akhirnya untuk mengakhiri dan menyelesaikan perseteruan kedua pemuda tadi maka harus diadu (duel 1 lawan 1 / kalangan) dilapangan. Dengan persyaratan dan perjanjian barang siapa mati dalam perkelahian duel maut tersebut, pihak keluarga kedua jagoan tidak akan menuntut balas dan masalah dianggap selesai. Kedua jagoan setuju. Pihak keluarga setuju, aparat menyaksikan dan para jawara-jawara juga sudah setuju.

Maka akan digelarlah DUEl MAUT antara bang Roky dan Jagoan di lapangan terbuka untuk mengakhiri pertikaian antara dua orang pemuda yang sedang berebut seorang cewek yang cantik, montok bin bohayyy….

Hari H jadwal duel maut yang telah ditentukan akhirnya tiba juga. Bang Roky telah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk dukungan sang babeh. Dari mandi kembang, puasa, rajah dan susuk telah dipakainya. Tinggal adu nyali dan keberanian di medan pertempuran. Demikian juga persiapan lawan bang Roky (mungkin juga begitu). Lapangan sudah penuh dengan orang. Juri pertempuran sudah memanggil kedua jagoan yang akan bertempur.

“Pertempuran bebas mau tangan kosong boleh atau pakai senjata juga boleh, mau sampai mati atau sampai menyerah tanda takluk terserah kalian berdua” demikian sang juri menyampaikan peraturan. Kesempatan pertama untuk ngomong nggak disia-siakan bang Roky. Dia langsung berkata kepada lawannya,” Ni bang Jay silakan pilih dari dua pedang ini, kalau hari ini saya nggak ada umur saya nggak akan bisa lihat matahari lagi. Begitu juga sebaliknya kalau bang Jay naas hari ini juga nggak akan bisa melihat matahari lagi”. Bang Roky ternyata memilih dan menantang si Jay (jagoan kampung dari si cewek kembang desa) untuk bertarung sampai mati menggunakan senjata.

Penonton yang menyaksikan pertarungan maut semakin berdebar terlebih lagi pihak keluarga. Apa yang dilakukan bang Roky berhasil memukul mental bang Jay. Wajahnya pucat berkeringat dan sedikit gemetar. Dia mungkin berfikir dulu gue sudah kalah dan dipotong kupingnya, sekarang si Roky mungkin lebih kuat dari yang dulu. Akhirnya si Jay membuka suara menanggapi tantangan dari bang Roky.”oke bang Roky, hari ini gue ngaku kalah. Gue nggak mau bertarung sama elu. Kita damai aja bang”. Demikian ucap si Jay bernada datar dan hampang.

Bang Roky mendengar perkataan si Jay gembira dan senang karena dia berhasil memenangkan pertarungan maut tanpa bertarung beneran. Keduanya akhirnya berjabat tangan dan berdamai. Penonton bernafas lega begitu pihak keluarga dari kedua jagoan. Pertarungan dan pertunjukan duel maut bubar dan tak akan ada lagi perang antar kampung. Weleh..weleh..

Inilah realita hidup ini

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

One Response to Si Dogol Penjahat Kelamin (iii)

  1. Pingback: The Adventure Of Wong Fei Hung In Nusantara Archipelago « wikisopo

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: