Allah Maha Arrahman & Arrahiim


Kisah yang menunjukkan kepada kita Keadilan & Kasih Sayang Allah SWT.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al Baqarah : 216)

Simaklah hadits qudsi tentang siasat ALLAH SWT berikut ini: Rosulullah Muhammad SAW bersabda: “Dahulu ada dua orang raja; raja mukmin dan raja kafir. Raja yang kafir sakit, ia menginginkan sejenis ikan bukan pada musimnya. Waktu itu, jenis ikan tersebut berada di dasar samudera. Para tabib yang putus asa menasehatkan agar raja segera mengangkat penggantinya. Obat baginda ada pada ikan ini. Kita tak mungkin mendapatkannya,’ kata mereka.

ALLAH lalu mengutus salah seorang malaikat untuk menggiring ikan itu keluar dari lubangnya di dasar laut supaya orang mudah menangkapnya. Ikan itupun lalu ditangkap, kemudian raja memakannya dan ia segera sembuh.

Kemudian raja yang mukmin juga jatuh sakit. Ia menderita penyakit yang sama seperti yang diderita raja kafir. Tetapi ia sakit pada waktu musim dimana ikan yang menjadi obatnya itu berada pada permukaan laut. ‘Bergembiralah, sekarang ini musim munculnya ikan itu,’ kata para tabib. Lalu ALLAH mengutus malaikat untuk menggiring ikan-ikan itu dari permukaan laut sampai masuk kembali ke lubang-lubangnya di dasar laut. Orang-orang pun tak mampu untuk menangkapnya.

Para malaikat langit dan penduduk bumi keheranan, mereka bingung. Kemudian ALLAH mewahyukan kepada malaikat langit dan kepada para Nabi di zaman itu, “Inilah AKU Yang Pemurah, Pemberi Karunia lagi Maha Kuasa. Tidak menyusahkan AKU apa yang KU berikan. Tidak bermanfaat bagi KU apa yang AKU tahan. Sedikitpun AKU tidak mendzalimi siapa pun. Adapun raja kafir itu, AKU mudahkan baginya mengambil ikan bukan pada waktunya. Dengan begitu, AKU membalas kebaikan yang pernah ia lakukan. AKU balas kebaikan itu sekarang supaya ketika ia datang pada Hari Kiamat, tidaklah ada kebaikan pada lembaran-lembaran amalnya. Ia masuk ke neraka karena kekufurannya. Adapun raja yang ahli ibadah itu, AKU tahan ikan itu pada waktunya. Dia pernah berbuat salah. AKU ingin menghapuskan kesalahannya itu dengan menolak kemauannya dan menghilangkan obatnya supaya kelak dia datang menghadap KU tanpa dosa. Dan diapun masuk ke surga”

Firman ALLAH ini bukan hanya menjelaskan Siasat ALLAH atau Kebijakan ILAHI. Ia juga menjawab kebingungan kita. Bukankah kita sering bertanya-tanya mengapa DIA membiarkan Mukmin yang Sholeh tidak henti-hentinya dilanda duka, sementara orang durhaka terus menerus beruntung? Mengapa tiran yang dzalim berusia lanjut, bertubuh sehat, sedang pemimpin yang adil meninggal dunia dengan cepat?

Di balik kontradiksi itu, yang bertentangan dengan rasa keadilan kita, tersembunyi Keadilan ILAHI. Inilah Siasat atau ‘Politik’ ILAHI. Kebijakan ALLAH berbeda-beda, bergantung pada keadaan manusia. Ia menerapkan KebijakanNYA dalam bentuk bala’ atau ujian.

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang berjihad atau bersungguh-sungguh dan yang bersabar di antara kamu dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu” (QS Muhammad : 31)

Pada hadits qudsi yang lain, dalam kitab “Kalimat ALLAH”, ALLAH berfirman, “Di antara hamba-hamba KU yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan, kelegaan dan kesehatan badan. Lalu Kami menguji mereka dengan kekayaan, kelegaan dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka. Diantara hamba-hamba KU yang Mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali diberi kekurangan, kemiskinan dan penyakit. Sehingga baiklah urusan agama mereka. AKU mengetahui dengan apa hambaKU yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya.”

“Ada di antara hamba-hamba KU yang tekun beribadah. Ia bangun dari tidurnya. Ia meninggalkan kelezatan ranjangnya. Ia mengisi malam-malamnya dalam keadaan terjaga. Dirinya kelelahan karena beribadah kepada KU. Kemudian AKU jatuhkan rasa kantuk kepadanya satu atau dua malam. AKU perhatikan dia. Lalu tidurlah ia sampai waktunya Shubuh. Ia terbangun, memarahi dan menyalahkan dirinya. Sekiranya AKU membiarkan dia memenuhi kehendaknya untuk beribadah kepada KU, akan masuklah ‘ujub (merasa takjub dengan dirinya sendiri), Ujub akan membawanya kepada kerusakan karena amalnya. Akhirnya sampailah ia kepada kehancurannya karena takjub dengan amal-amalnya dan merasa senang dengan pencapaiannya. Ia menduga bahwa dirinya sudah melebihi para ahli ibadah. Ia merasa sudah sangat banyak beribadah kepada KU. Karena itu , makin jauhlah ia dari AKU, sambil mengira bahwa ia mendekatkan dirinya kepada KU.

Janganlah seseorang bersandar kepada amalnya yang ia lakukan untuk memperoleh pahala KU. Sekiranya mereka menghabiskan seluruh umurnya untuk beribadah kepada KU, mereka masih jauh dari tingkat ibadah yang seharusnya bila mengingat apa yang mereka minta dari KU berupa Pemberian KU, kenikmatan di surga KU dan ketinggian derajat di sisi KU.

Tetapi, kepada Kasih KU hendaknya mereka bergantung, karena Anugerah KU hendaknya mereka bergembira dan berbaik sangka kepada KU hendaknya mereka menenteramkan dirinya. Dalam keadaan demikian, tercurahlah kasih KU kepada mereka; sampailah kepada Keridhoan KU dan Ampunan KU. Maaf KU akan meliputi mereka. Inilah AKU, ALLAH, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Karena itulah AKU menamai diri KU.”

Wallahu ‘alam bish showab..

Source : http://peperonity.com/go/sites/mview/tafakur/23772748

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: