Beware…!!! Lost Generation


Membaca judul tulisan ini sekilas kita sudah membayangkankan bagaimana seandainya generasi kita, generasi manusia punah? Sungguh sangat ngeri tak terbayangkan???. Tetapi apakah diantara kita sadar bahwa lost generation lambat laun sedikit demi sedikit telah berproses (ber-evolusi) untuk akhirnya benar-benar punah (dalam arti sisi kemanusiaan manusia akan hancur dan berganti menjadi naluri binatang).

Pemahaman tentang lost generation yang saya maksud adalah krisis dekadensi moral (kemerosotan moral ) yang melanda (masyarakat manusia dunia dan) masyarakat kita khususnya. Kemerosotan moral telah melanda manusia dari berbagai usia, dari anak-anak sampai kakek kakek. Tak perduli apa status mereka ketika hawa nafsu dan bisikan syaithan telah mencengkram hati manusia maka tak ayal lagi kejahatan pasti dilakukannya.

Contoh beberapa kemerosotan moral manusia terlepas dari faktor-faktor yang mengiringinya :

  1. Bapak tega memperkosa anak
  2. Orang tua tega menjual anak perawannya.
  3. Orang tua tega memaksa anaknya menjadi pelacur.
  4. Ibu tega membunuh / membuang bayinya.
  5. Dpr cabul, dukun cabul, guru cabul, gubernur cabul, ustadz cabul, pendeta cabul, lurah cabul dll.
  6. Anak membunuh bapaknya. Bapak tidak mengakui anaknya.
  7. Suami membunuh istri dan sebaliknya.
  8. Tontonan masyarakat goyang assoy bahkan dangdut doleng ( goyang mesum bin bugil di depan umum).
  9. Kakak menghamili adiknya. Sepupu memperkosa keponakan.
  10. Kepala sekolah menggauli muridnya.
  11. Anak-anak usia remaja bahkan masih SD sudah merokok dan OD.
  12. Minuman, ganja, ektasi, lesotan, heroin, kokain, perjudian, diskotik, club malam, free sex, sex party, pemerkosaan, homo sex, lesbian, pelacuran merajalela.
  13. Tawuran dan kerusuhan antar kampung / antar suku/ antar gang/antar pelajar /antar mahasiswa /antar aparat dan rakyat/antar negara dengan jumlah korban yang banyak. Ingat kasus sampit, ambon, pamulang, makasar dll.

Banyak faktor yang mendorong terjadinya kemerosotan moral manusia itu. Dari perubahan zaman, miras, narkoba, ekonomi, politik, globalisasi, kemajuan teknologi sampai faktor invisible hand turut memberikan andil besar. Faktor keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan komunitas yang diikuti seseorang juga bisa memicu terjadinya kemerosotan moral jika lingkungan atau komunitas tersebut tidak baik.

Yang perlu di waspadai di tengah masyarakat kita adalah berkembangnya kelompok-kelompok penganut kebebasan yang tidak terkontrol. Awalnya kelompok kecil lama-lama besar, dari yang tidak melakukan apa-apa menjadi beringas dan brutal berawal adri kelompok-kelompok kecil dulu. Kelompok-kelompok tersebut akan dipaparkan dibawah dengan tujuan supaya kita mengenal dan mengetahui selanjutnya kita bisa melakukan preventif agar anak-anak kita tidak terjerumus ke dalam kelompok yang sangat berbahaya,merugikan dan kelompok pelaku kejahatan, na’udzubillahhi min dzalik…

 1)      Kongkow.  Kongkow adalah kelompok kumpul atau nongkrong bareng, baik di kampung, di kota, di perumahan, di gang-gang kota, di kafe, di night club dlsb. Anak-anak usia remaja biasanya paling senang dengan koongkow ini. Apalagi jika kongkow ini dilakukan pada malam hari, anda harus lebih hati-hati. Sebuah pengalaman menyebutkan dari awalnya kongkow ini lalu muncul ide-ide negatif seperti misalnya, merokok, mabuk, mencuri ayam untuk dimasak, mencuri buah-buahan, mencuri hasil tanaman sawah/kebun, main perempuan bareng, berjudi dll. Bahkan saya pernah mendengar dari kongkow anak-anak muda sampai menculik orang gila yang notabene perempuan (mungkin rada cantik kali ya..) kemudian dimandiin rame-rame dan seterusnya anda tahu diapain?….diperkosa rame-rame. Subhanallah…

2)      Genk. Sebelum ada genk motor dulu (era saya seusia SLTA) ada genk bermacam-macam. Awalnya mungkin juga dari kongkow-kongkow ini. Genk zaman dulu sifatnya sok ngejago dan sok pegang suatu wilayah. Gak suka ada kelompok lain yang lebih kuat. Sering berantem di saat ada dangdutan, layar tancep, pertunjukan. Kelompok geng biasanya punya nama khas seperti, KSC, saraf, joxin, amuba, vamenx, atau genk-nya oloan di medan sana. Dunia genk tidak jauh dari miras, narkoba, tawuran, balap liar, perjudian dan kongkow-kongkow malam. Di dunia genk ada genk besar dan ad genk kecil. Genk besar skupnya lebih luas dan biasanya sudah ada motif uang, politik dan perebutan wilayah diantara genk besar.

3)      Alay adalah sebuah istilah yang merujuk pada sebuah fenomena perilaku remaja di Indonesia. “Alay” merupakan singkatan dari “anak layangan”. Istilah ini merupakan stereotipe yang menggambarkan gaya hidup norak atau kampungan. Selain itu, alay merujuk pada gaya yang dianggap berlebihan dan selalu berusaha menarik perhatian. Seseorang yang dikategorikan alay umumnya memiliki perilaku unik dalam hal bahasa dan gaya hidup. Dalam gaya bahasa, terutama bahasa tulis, alay merujuk pada kesenangan remaja menggabungkan huruf besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, atau menyingkat secara berlebihan. Di Filipina terdapat fenomena yang mirip, sering disebut sebagai Jejemon. Apapun bentuknya (selama berindikasi negatif) alay juga perlu diwaspadai karena ada indikasi-indikasi perilaku yang tidak baik seperti komunitas mereka yang berdekatan dengan dunia anak punk.

4)      Punk. Untuk lebih jelasnya penjelasan tentang dunia anak punk, anda bisa klik di anak punk (http://zidnipunk.blogspot.jp/2011/01/generasi-punk-yg-mulai-terbuang.html ) . Sekilas tentang kelompok anak punk ini, setahu saya mereka sring berkonvoi dengan skuter yang butut dan seabreg embel-embel yang butut tanpa arah dan tujuan tertentu, dandanan ‘liar’ dan rambut dicat dengan potongan ke atas deng…an anting-anting pula. Walaupun ada sisi baik nya seperti kemandirian merek amembuat bisbis distro dan rekaman, tetap saja hati-hati dan hindari anak-anak kita masuk kedunia punk. Karena kalau si-anak tidak bisa jaga diri beberapa kasus pemalakan, pembunuhan dan tentu saja free sex adalah bagian yang sulit dihindarkan dari kelompok anak punk ini.

5)      Geng Motor. Nah kalau yang ini lagi booming 3 dekade belakangan. Dimulai dari ketangkapnya genk motor bandung di liput media. Dunia genk motor identik dengan balap liar dan taruhan. Aksinya juga macem-macem dari yang baik sampai yang berbahaya. Dari hanya konvoi sampai merampas motor orang. Tawuran juga sering terjadi diantara genk motor. Yang heboh adalah waktu genk  motor bandung disorot media yaitu proses masuk menjadi anggota genk adalah dipukuli oleh seniornya. Adalagi yang menuruh anggota genk motor baru untuk pulang naik motor tanpa rem. Yang lebih parah lagi jika anggota genk motor adalah perempuan maka harus mau ditiduri oleh anggota genk motor yang laki-laki. Nah kalau anggota genk motor laki-lakinya 30 orang bengep dah ntuh cewek..? mau anak anda seperti itu ???

6)      Genk Pelajar / Tawuran pelajar. Walau tak identik dengan genk, anak-anak sekolah sebenarnya juga bergaya seperti genk. Sok ngejago dengan pelajar sekolah lain. Yang lebih sadis adalah : kalau zaman ane dulu tawuran pelajar biasanya melibatkan jumlah yang relative sedikit dan penyelesaiannya dilakukan dengan mempertemukan antar pelajar anggota genk yang bermasalah dan mereka berdua diadu untuk berantem, layaknya ayam jago. Tapi kalau di kota-kota besar dewasa ini terutama Jabodetabek, tawuran pelajar tak mengindahkan alasan-alasan gentlemen seperti dulu. Pokoknya asal ketemu seragam sekolah musuh dibabat semua nggak peduli besar, kecil, cowok cewek, terlibat atau nggak satu seragam diserang. Bahkan saya pernah dengar pada saat tawuran pelajar seorang anak cewek tersabet pedang pada bagian (maaf) payudaranya, coba apa nggak miris kita sebagai orang tua?

Tips-Tips Menjaga Anak Agar Tidak Masuk Kelompok Negatif

  1. Didiklah anak dengan kasih sayang, berikan ajaran moral sopan santun, adat-istiadat dan bekal agama yang baik.
  2. Berikan kegiatan positif seperti kursus musik, bahasa, olah raga, ataupun klub beladiri.
  3. Pantau dan awasi anak dengan bijak.
  4. Jika ada sekolahan yang sering/ terkenal tawuran, coba usahakan semaksimal mungkin untuk tidak masuk ke sekolah ini kecuali sikon memaksanya.
  5. Memasukkan anak ke ponpes terpadu bisa sebagai alternative. Disampaing biaya terjangkau kualitas pendidikan juga tak kalah. Karena mereka mendapat dua bahasa yang sekaligus di terapkan active (menjadi percakapan aktif) di dalam ponpes.
  6. Didik dan ajarkan kemandirian dan tanggung jawab kepada anak.
  7. Berikan perhatian dan kasih sayang yang tulus kepada anak.

Source : – anak punk 

                 – wikipedia

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

One Response to Beware…!!! Lost Generation

  1. Pingback: The Adventure Of Wong Fei Hung In Nusantara Archipelago « wikisopo

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: