Musik-Biduan-Dangdut dan Citra-Buruknya


Walaupun tidak 100% benar ada korelasi yang kuat antara music dan biduan alias wanita. Apalagi jika show music itu live alias langsung. Maka biduan yang punya penampilan fisik menarik akan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Bahkan kalau di daerah dan di pelosok-pelosok desa penampilan fisik biduan akan menjadi sebuah sensasi yang bisa menggetarkan hati dan membangkitkan birahi para lelaki. Bahkan tak jarang menjadi perebutan dan perkelahian gara-gara berebut ingin bergoyang dengan sang biduan.

Malah sudah lazim dan umum di masyarakat kita biduan dengan fisik menarik dan goyangan aduhai dipertontonkan di hadapan luas. Baik dalam acara hajatan, syukuran, pesta, peringatan, ulang tahun, perayaan bahkan kampanye partai. Biduan menjadi daya magnet tersendiri. Yang lebih parah lagi pertunjukkan itu tak hanya orang dewasa saja yang melihatnya. Tetapi anak-anak usia SD dan SMP pun juga melihatnya. Praktis pertunjukkan itu tanpa sensor. Para orang tua dewasa tak memikirkan hal itu bahkan mereka memberi contoh dengan berjoget bersama para biduan dan menyawer (member tips dengan sejumlah uang untuk biduan).

Orang yang mengadakan pertunjukkan, biduannya, yang mengiringi musik, yang berjoget, yang menyawer, yang menonton, masyarakatnya, yang mengijinkan pertunjukkan itu tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan sebenarnya adalah membangun sebuah budaya kemunduran dan memberi contoh yang tidak terpuji karena mencitrakan memuja kesenangan dan wanita diatas segala-galanya menurut pandangan mereka. Makanya logis saja seorang bapak yang mengadakan pertunjukkan music dengan goyangan biduan pada acara khitanan anaknya, ketika gede si anak juga akan mengadakan hal yang sama pada acara pernikahan anaknya.

Untuk alasan itu, tulisan ini mengingatkan :  waspadai anak2 kita terhadap tontonan music dengan goyangan biduan yang aduhai dan seksi di kampung-kampung dan perayaan atau hajatan. Terlebih-lebih lagi jika ada di sekitar kita kasus dangdut cangdoleng-doleng / dangdut doleng seperti di Makasar-Sulawesi. Dangdut doleng adalah dangdut liar seperti striptease tetapi dipertontonkan di halayak rame, di siang bolong dan yang menikmati semua kalangan usia, masya Allah..? na’udzubillahi min dzalik…

Dan dari hasil pengamatan dan ngobrol dengan salah satu orang yang pernah kenal dengan dunia biduan bro, menceritakan kepada saya bahwa dia pernah kencan dengan seorang biduan karena dia sering nyawer dengan jumlah yang banyak. Yang karna hal itu lah maka biduan mempunyai citra buruk/kurang baik di tengah masyarakat. Dan berikut ini beberapa pencitraan terhadap biduan dangdut di tengah masyarakat kita :

  1. Berwajah cantik. Rata-rata ya bro penyayi cantik..heee
  2. Berbody sexy. Kalau nggak cantik biasanya manis dan bodinya jadi andalan.
  3. Pandai bergoyang aduhai. Nah ini yang sering bikin merem melek para penonton panggung, goyang assoyy…
  4. Tatapan dan lirikan matanya tajam menggoda. Rata-rata untuk tujuan interaksi dengan penonton dan sebagai aksi panggung.
  5. Bisa diajak selingkuh atau TTM-an. Nggak semua tapi ada brrooo…
  6. Bisa dibooking. Ada juga sih yang memanfaatkan ketenaran untuk nyervis cowok-cowok pemujanya..hee
  7. Biduan adalah cewek matre yang suka mlorotin pelanggan yang kecantol padanya.
  8. Yang lebih gempar adalah biduan di Makasar yang berani goyang doleng alias goyang bugil di depan umum, siang hari lagi makin menambah citra buruknya ajib..rasa malu manusia sebagai makhluk mulia agaknya sudah mulai luntur, subhanallah…

Kesimpulan terakhir terlepas dari benar atau tidak citra kurang baik seorang biduan, biduan cantik dengan goyangan maut sangat tidak mendidik anak-anak dan remaja. Seyogyanya bagi anda yang akan mengadakan hiburan dalam acara hajatan keluarga memikirkan baik-baik dampak buruknya terhadap generasi mendatang termasuk anak-anak kita. Dan alangkah baiknya kalau memimilh hiburan yang bermanfaat seperti kesenian rakyat atau seni-seni nada islami. Dan mari kita berdoa semoga Allah memberi kekuatan kita untuk menghadapi fitnah-fitnah dan tipu daya syaithan di akhir zaman ini. Aminn…

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: