Tak Mengindahkan Nasehat, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga


PT. Wongso Gondal-Gandul kian hari makin nggak menentu situasinya. apalagi setelah kejadian Mei 2010, semua yang berkaitan dengan uang sebisa mungkin dikurangi, jangan mengeluarkan uang yang nggak2 menurut mereka, dan kalau bisa budget rutin yang tidak menguntungkan (menurut mereka) dihilangkan / ditiadakan, dicabut sk dan dikeluarkan sk baru yang menghilangkan ketetapan tersebut.  Bahkan bila perlu aturan hukum dan perundang-undangan  tak diindahkan. Sedemikian kondisinya memaksa semua orang2 yang di PT. Gondal-Gandul meradang, stress, depressi, temperamen dan gontok-gontokan satu sama lain (secara halus) dan saling cuek nggak peduli. Ya Allah semoga engkau beri kekuatan pada hambamu untuk melewati masa-masa yang berat ini.

Dan anak Jin Tomang keturunan moyang tanah Toba menjadi korban dari situasi  yang semrawut di PT. Gondal-Gandul. Disamping memang orangnya yang super cuek bin ndableg alias tak mengindahkan nasehat dari teman. Sudah beruntung selepas 6 bulan  masa trainingnya tidak diminta membuat laporan OJT dan mempresentasikannya dihadapan menejer, HRD dan direktur. Anak Jin Tomang langsung diangkat menjadi karyawan tetap sedangkan temannya satu angkatan gagal sewaktu presentasi laporan OJT. Sudah jadi karyawan anak Jin Tomang makin bandel susah disuruh / atau dimintai tolong dalam hal kerja, membantah, dan sukar diarahkan dalam menangani pekerjaan rutinnya, selalu saja ada alasan untuk tidak melaksanakan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Dia belum tahu kerja yang sebenarnya bro….

Sekitar bulan Oktober 2011 anak Jin Tomang melakukan kesalahan cukup fatal. Computer jinjing milik perusahaan yang memang bukan hak pakainya dibawa pulang tanpa informasi kepada kawan dan kepada atasan. Sudah dibawa pulang computer juga dioprek, OS windows berbahasa Jepang di-install ulang dengan OS windows berbahasa Inggris. Sehingga satu program penting yang ada di computer jinjing itu  tidak bisa di install lagi karena perbedaan OS. Bisa diinstall tapi perlu connect internet, lha padahal LINK computer nggak terdetect karena beda OS tadi. Hal ini menyebabkan anak Jin Tomang hampir di PHK. Beruntung atasan bersedia melindungi dengan surat permohonan untuk anak Jin Tomang agar tidak di PHK. Anak Jin Tomang kemudian dikenakan sangsi SP III dan membuat pernyataan jika melakukan kesalahan lagi maka akan di PHK. Anak Jin Tomang akhirnya selamat dari PHK yang nggak terduga olehnya.

 Anak Jin Tomang sedikit berubah setelah kejadian itu tapi dengan persaaan sedikit terpaksa mungkin, bukan dengan kesadaran penuh atas penyesalan dari rasa bersalah. Beberapa minggu kemudian dia sudah kembali seperti keadaan dan karakter semula, super cuek bin ndableg + tak mengindahkan nasehat kawan. Dan benar saja beberapa bulan setelah kejadian itu nasib apes menghampirinya. Sewaktu istirahat anak Jin Tomang tidur kebablasan dan dibangunkan oleh sang direktur perusahaan  PT Gondal-Gandul. Tak pelak lagi memori atas kesalahan yang diperbuatnya belum juga hilang sepenuhnya dari ingatan orang, anak Jin Tomang sudah membuat kesalahan lagi yang cukup fatal pula. Demikian kira-kira orang berkomentar selain kata apes.

Kejadian tertangkap basahnya anak Jin Tomang sewaktu lagi tidur saat jam kerja itu terjadi pada tanggal 6 Maret 2012, katanya sih tepat ketika kakeknya meninggal weleh2. Dua hari kemudian proses PHK-nya berjalan. Tanggal 8 Maret anak Jin Tomang sudah mendapat kepastian dari HRD tentang status PHK-nya, uang pesangon, dan pakelaringnya. Hari itu juga anak Jin Tomang berpamitan ke teman-temannya. Dan hari Jumat tanggal 9 Maret 2012 anak Jin Tomang datang untuk terakhir kalinya ke PT Gondal-Gandul guna mengembalikan seragam, atribut2 perusahaan dan juga segala sangkut paut di perusahaan. Hari Minggunya anak Jin Tomang terbang ke tanah Toba menghadiri prosesi adat meninggalnya si kakek.

Catatan pentingnya : di kejadian pertama anak Jin Tomang di SP III dan hampir mau di PHK orang2 berpandangan negatif kepada rekan kerja dan atasannya (karena hanya main lapor dan da tidak mau melindungi, kata mereka). Semua ini berkembang karena penyampaian informasi masalah hanya sepihak dan banyak dari anak Jin Tomang. Wongbru bersabar atas kejadian ini. Nah setelah kejadian yang kedua dan anak Jin Tomang akhirnya di PHK. Semua diam fakta membuktikan tak ada intrik dan keterlibatan siapapun dalam kejadian tertangkapnya anak Jin Tomang oleh sang direktur selagi tidur. Ada yang nyeneh berkomentar kepada Wongbru, apa jangan2 anak Jin Tomang sengaja tidur agar tertangkap dan mendapat uang pesangon? atau dia sengaja biar ketangkap dan mendapat pesangon karena sudah mendapat canel pekerjaan lain ? wallahu ‘alam… semua perbuatan ada balasannya.

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

One Response to Tak Mengindahkan Nasehat, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

  1. Pingback: The Adventure Of Wong Fei Hung In Nusantara Archipelago « wikisopo

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: