IPEH : Kisah Cinta Sejati Tak Sampai (ii)


Wongbru masih termenung dan terbengong di setiap kesendiriannya. Sedikit sisa badai serotonin dari pahitnya kenyataan yang mengguncangnya beberapa bulan lalu masih membuat badan dan fikirannya sedikit limbung.  Yah Wongbru akhirnya mendapat jawaban yang pasti Ipeh wanita pujaannya telah memilih Oktav sebagai cowoknya. Meski kenyataan itu seperti tak nyata dan Wongbru hampir tak bisa mempercayainya. Tetapi Wongbru akhirnya bisa berhenti untuk menyambangi Ipeh ke kosanya. Dan frekwensi untuk menelepon Ipeh tinggal sesekali saja ketika Wongbru bermimpi tentang Ipeh atau tiba-tiba saja ingat dengan Ipeh. Walau dengan berlahan Wongbru mulai mencoba menghapus bayang-bayang Ipeh dan berusaha melupakannya sekuat tenaga.

Ketika Wongbru masih dalam pengejaran mendapatkan cintanya Ipeh, suatu malam Wongbru berhalusinasi dalam tidurnya.  Ipeh dan Wongbru tengah duduk dibangku pinggir jalan. Tiba-tiba datang segerombolan pemuda kampung tersebut yang akan merebut Ipeh dari tangan Wongbru. Mereka nggak rela Ipeh menjadi wanita milik Wongbru. Wongbru yang mengetahui situasi yang tengah terjadi berteriak ke Ipeh agar secepatnya lari meninggalkan bangku dan lari dari kejaran sekelompok pemuda kampung itu.

 Dalam pelarian Wongbru dan Ipeh dihadang sebuah kuburan, anehnya Ipeh lewat tengah kuburan dan Wongbru lewat jalan pinggir kuburan. Wongbru berteriak di pinggir kuburan agar Ipeh cepat berlari agar tidak tertangkap para pemuda tadi. Tetapi karena Ipeh seorang cewek dan banyak rintangan seperti batu-batu nisan di tengah kuburan akhirnya Ipeh tertangkap oleh para pemuda tadi. Wongbru tidak bisa melawan sekawanan pemuda tadi karena mereka dalam jumlah yang banyak.

Naluri cintanya yang besar membuat Wongbru segera menyusun rencana untuk membebaskan Ipeh dari sekapan para pemuda tadi. Setelah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dan dengan niat yang kuat Wongbru menuju tempat dimana Ipeh disekap. Dalam perjalanannya Wongbru terhadang dan harus menyeberangi sungai yang lebar dan ombaknya besar bergulung-gulung seperti lautan. Walau tidak bisa berenang Wongbru tak pernah gentar dan secepat kilat dia menceburkan tubuhnya ke dalam sungai. Ajaibnya Wongbru dapat menyebrangi sungai dan sampai di pinggiran sungai dengan selamat.

Selagi terengah-engah sehabis menyebrangi sungai, Wongbru mendongakan kepalanya ke atas, dilihatnya dataran tinggi dan gunung menghadangnya lagi. Wongru tak kenal lelah dan tak menunggu lama, dia langsung menaiki dataran tinggi dan gunung di hadapannya. Hingga tiba di suatu bangunan yang dipagar tinggi, Wongbru mengendap menuju tempat yang mungkin Ipeh disekap. Seperti sudah tahu jalannya saja Wongbru menemukan dengan mudah tempat penyekapan si Ipeh. Beberapa penjaga dirobohkan Wongbru, hingga tinggal 1 penjaga terakhir yang sudah gemetar melihat kedatangan Wongbru. Kepada pejaga terakhir Wongbru menanyakan dimana Ipeh disekap. Penjaga mengatakan kepada Wongbru sambil gemetar, “Kamu tidak akan menemukan Ipeh”. Wongbru tak kalah keras menjawab sambil mengacungkan senjata siap tebas,”dimana Ipeh”. Penjaga itu menjawab, “Ipeh sudah mati dikubur’.

Wongbru tercengang matanya garang, si penjaga langsung lari tunggang langgang. Perlahan-lahan pecahlah air mata Wongbru menahan kekecewaan yang dalam karena tak menemukan Ipeh. Tiba-tiba sang bunda datang menenangkan Wongbru. Wongbru yang lemas terkulai hanya bisa pasrah sambil bercucuran air mata di pangkuan sang ibu.

Sebuah mimpi yang penuh makna dan berarti dan peringatan buat Wongbru. Tetapi karena telah dibutakan oleh cinta Wongbru tetap terus mengejar cinta Ipeh. Hingga benar-benar tak ada ruang dan jalan untuk melangkah ke depan. Sampailah peristiwa 26 Desember 2004 tepat ketika tsunami aceh memporak-porandakan semua yang ada. Dimana kepastian cinta itu telah didapatkan dengan terang oleh Wongbru. Beberapa bulan sejak kejadian itu Wongbru sempat menelepon Ipeh. Ipeh menjawab dengan mengatakan kalau diriya tidak sehat dan sedang menjalani terapi di salah satu tempat seorang ustadz.

Wongbru bertanya,”Memang kenapa Ipeh?”. Ipeh menjawab,”Mas tahu nggak kalau waktu itu aku dengan Oktav sudah tunangan dan tinggal menentukan hari baik untuk melaksanakan pernikahan. Tetapi Oktav menghianatiku, dia selingkuh dengan wanita lain. Jadi wanita mana yang rela, baru mau menikah sudah dikhianati”. Demikian jawab Ipeh perlahan lahan ditelepon. Aku diujung telepon hanya tertegun dan mengiyakan saja tanpa banyak komentar mendengar cerita Ipeh. Dan di akhir percakapan Wongbru mendoakan semoga lekas baikan jaga selalu kesehatan.

Ipeh..Ipeh…coba saja kamu mengatakan kepada Wongbru untuk main kerumah kek atau kamu katakan, “Wongbru apakah kamu masih mencintaiku? Atau hal lain saja tanda lampu hijau yang bisa memberikan Wongbru peluang untuk kembali datang dan mencintaimu? Pasti Wongbru akan kembali datang dan mencintaimu dengan segenap raga seperti apa yang pernah Wongbru katakan. Tetapi kata-kata yang diharapkan itu tidak kunjung datang, Wongbru tidak bisa untuk kedua kalinya mengemis demi cinta dan mencampakkan harga diri laki-laki ditindas sebegitu rendahnya.

Yach..begitulah Ipeh seperti dugaan Wongbru dari jawaban Oktav, bahwa Ipeh akan ditinggalkan dan dicampakan oleh Oktav. Wongbru sudah filling pada saat pertemuan terakhir di kos-kosan Ipeh itu. Tetapi Wongbru tidak ada jalan, kesempatan, kekuatan untuk datang mengambil cinta Ipeh walau sudah mendengar berita itu. Seakan hatinya telah mati untuk menerima benih cinta Ipeh, seandainya kesempatan itu benar ada sekalipun. Kecuali Ipeh sendiri yang menyiram air dihati Wongbru dengan memberi sinyal seperti dia memberi tahu waktu dia sakit dirumah sakit atau mungkin menyatakan cinta langsung dengan Wongbru. Entahlah aku tak tau, mungkin mustahil akan hal itu, atau memang benar2 benar Ipeh tak ada rasa sedikitpun dengan Wongbru. Yang jelas Wongbru masih mengingat dan mengenang Ipeh sampai diposting artikel ini. Bahkan Wongbru sempat melepon Ipeh untuk sekedar say hello sebelum akhirnya cerita ini diposting.

Selang satu tahun lebih kemudian Wongbru memutuskan untuk menikah dengan seorang cewek yang belum begitu lama dikenalnya hingga mempuyai 2 anak Abing dan Manohara. Hal ini dilakukan Wongbru semata-mata karena  dia menyadari hakikat cinta itu sendiri. Cinta itu tidak bisa dipaksakan. Cinta sejati itu bahkan tidak harus memiliki. Coba saja bayangkan hikayat Siti nurbaya yang menikah dengan Siti Nurbaya. Jangan dilihat dari perbedaan umur tapi lihatlah Siti Nurbaya yang memang tidak mencintai Datuk Maringgih. Jadi begitu kira2 Wongbru mengambil kesimpulan, seandainya dia datang pada saat mendengar berita Ipeh putus dengan Oktav mungkin saja dia mendapatkan cinta Ipeh. Tapi Wongbru tidak mau mengambil cinta seseorang sementara si cewek menjalaninya dengan terpaksa dan dalam kondisi tersudut. Wongbru ingin cintanya diterima dengan ikhlas, euleuh2….manis pisan euy…

Selang setahun kemudian Ipeh pun menikah dengan cowok lain bukan Oktav. Kabar terakhir menyebutkan Ipeh mempuyai seorang anak laki-laki umur 4 tahunan. Keduanya hidup dengan cinta dan dunianya masing-masing. Walaupun begitu Wongbru tetap saja masih telepon Ipeh di saat senggang, satu hal yang tak pernah dilakukan Ipeh selama ini. Dan hal demikian menjadi saksi dan bukti selama ini kalau Wongbru benar-benar mencintai Ipeh, kala itu. Dan cintanya benar-benar cinta sejati.

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

One Response to IPEH : Kisah Cinta Sejati Tak Sampai (ii)

  1. Pingback: The Adventure Of Wong Fei Hung In Nusantara Archipelago « wikisopo

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: