Cinta Sejuta Makna & Rasa


Setiap orang pasti pernah mengalami dan merasakan cinta. Cinta itu bersifat universal tak membedakan suku, ras, warna kulit dan agama. Semua orang di dunia pasti mengetahuinya. Dengan cinta maha karya bisa tercipta. Sebut saja Taj Mahal di india, sebuah bangunan yang didedikasikan oleh seorang Raja kepada sang istri yang telah lebih dulu meninggal. Atau Candi Prambanan yang tercipta karena pengejaran Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang. Beberapa orang yang kutemui dan bercerita tentang pengalaman cintanya membuktikan, rata-rata seseorang pernah mengalami kegagalan cinta kemudian baru mendapatkan cintanya lagi (bertemu/ dengan jodohnya) tanpa disangka bahkan mungkin orang tersebut bukan type yang diharapkan. Itulah cinta nggak sama tapi pas seperti mur dan baut. Tetapi ada juga orang yang mencintai seseorang, mengejarnnya, menunggunya dari SMA sampai sudah dewasa, sudah kerja dan akhirnya dia bisa mendapatkan cinta dari pujaan hatinya. Itulah mengapa orang tua mengatakan cinta itu Jodoh Lee…bagi yang tak berjodoh walau sudah dijodohkan dari kecil sama masing2 ortu tetep nggak akan bersatu cintanya. Dan dari pengalaman hidup itulah orang mendefinisikan pengertian cinta seperti tulisan dibawah ini :

  1. Cinta adalah ibarat garam dalam makanan. Tanpa garam makanan jadi hambar rasanya. Dengan demikian Cinta itu berarti sebuah rasa.
  2. Cinta itu buta dan membutakan, bagi yang tidak bisa mengendalikannya. Karena itu bagi yang sedang dimabuk cinta ibarat kata pepatah gula jawa dibilang coklat. Menurut orang lain jelek nian tetapi bagi yang sedang jatuh cinta cantik bukan kepalang. Berarti cinta itu adalah  keindahan yang membutakan.
  3. Cinta itu identik dengan wanita, nggak juga siih… pria juga bisa mempunyai dan merasakan cinta. Pria dan wanita bisa mempunyai kekuatan untuk mengejar cinta. Kekuatan untuk berbagi, bertahan, melindungi , dan menunggu pasangannya. Sekalipun harus bertahan dari situasi yang sangat. Berarti cinta adalah kekuatan.
  4. Cinta juga identik dengan tangisan, kesedihan dan luka. Bagi yang tertolak cintanya (dengan cara baik-baik) tak pelak akan menangis sejadi-jadinya, putus asa dan serasa dunia mau kiamat saja. Hatinya patah oleh cinta, bahkan terkadang seseorang yang telah patah hatinya tak sanggup lagi menerima cinta karena trauma. Bagi yang tertolak cintanya (dengan situasi tak baik, semisal dikhianati) tak jarang menimbulkan dendam yang garang baik kepada pasangan maupun kepada pihak ketiga. Berarti cinta adalah luka dendam yang mematahkan hati.
  5. Dan sebaik-baiknya cinta adalah cinta yang dilandasi oleh keimanan kepada Allah SWT. Karena dengan begitu dia sadar bahwa cinta datang dan pergi atas ijin Allah SWT. Allahlah yang mendatangkan cinta ke dalam hati manusia. So jika dia bersedih sewajarnya, dan jika senangpun dia tetap mengingat Allah SWT. Cinta yang baik adalah cinta yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan.

Dan orang yang berpengalaman membagi cinta ke dalam beberapa model yaitu :

  1. Cinta Monyet : adalah cinta seperti pada masa usia TK-SD. Fase ini seorang anak tertarik kepada lawan jenisnya karena keindahan tubuhnya. Suka menunjukkan sikap agar lawan jenis tahu bahwa dia menyukainya. Tapi terkadang juga seorang anak menyukai lawan jenis karena dorongan teman-temanya istilahnya diojok-ojok. Jika diolok-olok anak seumur ini masih agak malu-malu dan kadang marah tetapi sebenarnya hatinya senang. Pada fase cinta monyet ketika berpisah dengan lawan jenis yang dia sukai tidak menimbulkan keresahan dalam hatinya, karena dia belum bisa merasakan itu.
  2. Cinta anak Ingusan : adalah cinta seperti pada masa usia SMP. Fase ini seseorang sudah sedikit dewasa. Tidak terlalu ambegan. Rasa sukanya pada sesorang ditunjukkan dengan memberikan sesuatu kepada lawan jenisnya. Seperti inyong dulu baru persami prospek smp udah ada cewek nyamper ngasih ini ngasih itu, padahal belum kenal lho bro..sampai inyong nolak nggak bisa dan terpaksa menerimanya. Sudah gitu orangnya cengengas-cengenges nggak karuan. Dasar memang belum milik ntu cewek nggak kesampainnya cintanya…karena inyong belum tahu cinta n si cewek bukan my type. Kasihan juga dia yah..bro. nggak tahunya dia satu kelas denganku. Dia kelihatan murung berkepanjangan karena setelah persami dan pembagian kelas aku praktis tak pernah ngobrol dengannya. Hal itu disebabkan aku bukan type cowok romantis tapi realistis hihihi…tapi ketika aku sudah bekerja dan menikah aku coba hubungi dia dan main kerumahnya. Diapun sudah menikah, punya anak dan malah sudah bercerai. Kasihan lagi  bro?. tujuanku main bersama anak dan istriku dan teman satu alumni agar kesan yang dulu inyong tidak bisa ngomong bukan bearti sombong tapi emang itulah kenyataannya. Alhamdulilah dia cukup senang dgn kedatanganku bersama keluarga dan seorang teman. Apalagi dia bilang sudah ada pemuda yang naksir lagi sama dia, weleh2…ya sukurlah kalau begitu. Cinta inyong yang sebenarnya pada masa ini bertepuk sebelah tangan bro..karena aku paling nggak bisa mengungkapkan cinta dengan kata-kata dan perbuatan apalagi menarik perhatian lawan. Pada fase ini seorang anak juga sudah bisa mengungkapkan rasa sukanya dengan tulisan atau surat menyurat. Kalau zaman sekarang sms-an, face bookaan dan twiteran kali ya… merasa kehilangan karena berpisah dengan cewek yang disukai tetapi masih gampang untuk melupakannya.
  3. Cinta Remaja : adalah cinta seperti pada masa usia SMA. Di fase ini seorang remaja lebih ingin punya teman dan ingin kehadiran seseorang yang bisa menemaninya. Lebih ingin diperhatikan oleh lawan jenisnya. Lebih  ingin dihargai dan diakui posisinya ditengah pergaulan dengan teman2nya. Getar-getar cinta juga mulai terasa mengguncang dada seiring dengan perkembangan fisik dan birahinya. Tapi sayang bro, di fase ini inyong menemukan cinta semu dan imajinasi. Cinta yang tak pernahaku ungkapkan…tetapi pernah juga ada seseorang yang member inyong perhatian. Walau sifatnya cinta anak ingusan lagi yah…nasib..nasib kata pak ogah…
  4. Cinta Petualangan : adalah cinta ketika seseorang sudah bisa memberikan pengorbanan, sudah bisa cari uang dan mampu berusaha membuktikan dan mengejar cintanya. Di fase ini jika terjadi perpisahan nggak terlalu membebani pikirannya. Karena seseorang menjalin cinta di fase ini lebih dikarenakan dorongan untuk dimengerti, diperhatikan dan diakui di kalangan teman2nya dan ajang pembuktian bahwa dia bisa mencari pasangan. Inyong di fase ini bertepuk sebelah tangan lagi naksir cewek minimarket, sudah lain keyakinan ada monyetnya pula. Hampir terjadi salah faham ama cowoknya. Daripada berabe aku datangin kontrakan ntu cewek, nggak ketemu, ada temennya aku pesan saja,” Gw nggak cari gara-gara, tolong temennya si cewek juga jangan cari gara-gara”. Inyong datang ke kontrakan ntu cewek sama bang wahid yang sudah siap-siap nyelipin golok waduh…siap-siap perang nih…
  5. Cinta Sejati : adalah  cinta ketika sesorang telah mencapai usia siap menikah. Dia benar benar kesepian merindukan seorang teman. Menyukai seseorang dengan nalar dan keinginan yang kuat. Walau juga masih ada yang bisa dibutakan cinta.
  6. Cinta Hakiki : yaitu cinta hanya kepada Allah SWT. Kepada cinta selainnya dia hanya sekedar menjalani apa yang diperintahkan, tidak melebihi cintanya kepada Allah SWT

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: