Mengenang 17 tahun KARISMAGO


Karismago adalah kepanjangan Keluarga Besar Remaja Islam Gombang-Pogung. Pada saat awal pembentukkannya memang demikian singkatannya. Namun setelah di-ikrar-kan karismago adalah kepanjangan dari Keluarga Besar Remaja islam Gombang yang bekerja sama dengan remaja islam desa Pogung. Keputusan ini bukan tanpa dasar kawans. Tapi ada cerita dibalik keputusan tadi. Ada arus besar dibelakangku yang mendesak agar Karismago dilihat “GO” nya ini akan lebih sinkron dengan Gombang saja tanpa menyebut Pogung. Sedangkan aku pribadi sebenarnya setuju dan mendukung dengan Gombang-Pogung.

Hematku bukankah dengan dua remaja islam dari dua desa yang bergabung akan lebih baik. Dan juga karena waktu merintis pembentukan organisasi ini sebagian (salah satu masjid di pogung) ikut merintis dan toh apalah arti sebuah nama..? ternyata tidak gampang memutuskan hal ini di saat yang sempit yaitu pada saaat acara pengajian isro’ mi’roj dalam rangka launching Karismago.

Akhirnya dengan berat hati, pada acara sambutan saya menyatakan KARISMAGO adalah Keluarga besar remaja islam Gombang yang bekerja sama dengan remaja islam Pogung. Dan sayangnya lagi aku belum mengkonfirmasi dengan delegasi remaja islam Pogung terutama remaja islam masjid Darussalam, Niten. Yang pada akhirnya mungkin sedikit mengecewakan hati mereka.

Ide awal dari pembentukkan Karismago adalah keprihatinan Rismiq, Remaja masjid istiqomah karang jati wetan yang saat itu saya aktif di pengurusan remaja masjid Istiqomah, yang melihat dan berfikir, “Kita setiap hari mengaji, tadarus taraweh dan puasa tetapi sesama remaja masjid di lingkungan desa kita hanya sebatas kenal saja, dan menyapa ala kadarnya”. Tidak ada alasan yang kuat dalam persatuan, ukhuah dan silaturahmi sesama remaja masjid. Untuk itu kita sepakat mengundang perwakilan / pengurus remaja masjid untuk datang ke masjid istiqomah guna melontarkan ide-ide kami tersebut.

Pertemuan I (pertama) terlaksana di masjid Istiqomah. Peserta, perwakilan dan pengurus remaja masjid antusias dalam memberikan dukungan akan berdirinya organisasi ini.

Pertemuan kedua di sepakati akan diadakan di masjid al-amin Karang jati kulon. Disini dibahas masalah nama organisasi dari persatuan remaja islam ini. Munculah 3 nama yang diajukan para peserta :

1. Karismago

2. Risgo

3. Perisgo.

Dengan mempertimbangkan berbagai hal akhirnya Karismago dipilih sebagai nama pemersatu remaja islam desa Gombang. Sebenarnya ada dua nama yang kuat yaitu karismago diusulkan dari perwakilan Gombang Alas, dan Risgo diusulkan dari perwakilan Ngadirejo. Ada aroma permasalahan di belakang layar yang ikut terbawa dalam penentuan nama ini. Tapi aku berusaha netral dan mendukung Karismago dengan alasan :

1. Karismago unik, membuat orang bertanya-tanya apa itu karismago?
2. Unik, lebih mencerminkan smart dan Future dan pembaruan yang cerdas.
3. Risgo/ Perisgo agak biasa dan mudah di tebak singkatannya.
4. Risgo pernah ada dan sudah bubar.
5. Karismago diusulkan oleh masjid dengan jamaah TPA terbanyak dan maju (waktu itu), dan dengan latar belakang pendidikan sarjana( UGM, UNS). Jadi agar jangan mereka mutung akhirnya aku dukung. Dan siapa tahu pemikiran mereka nantinya bisa membantu jalannya da’wah di desa Gombang.

Suaraku yang masih kuat banyak mempengaruhi jamaah yang hadir.
Dan banyak yang akhirnya memilih karismago. Pertemuan ke III selanjutnya yaitu di masjid ar-rafah di Gombang, jantungnya desa Gombang. Disini pertemuan adalah untuk memilih dan membentuk pengurus Karismago. Banyak jamaah yang datang disini dibandingkan dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Maklum masjid ar-rafah masjid baru yang belum genap setahun umurnya, jadi antusias remajanya sangat tinggi.

Pada saat dimulai acara pembentukkan tentu saja aku sebagai penggerak dan motivator pencetus diserahi untuk memimpin acara tersebut. Akhirnya saya katakan dengan sistem voting atau mufakat atau siapa yang dengan sukarela mau memimpin Karismago tidak ada banyak jawaban signifikan. Dan satu masukan dari Gombang alas yang membuatku tertantang. Perwakilan tersebut mengatakan, “Biasanya yang mengusulkan itu yang bertanggung jawab”. Atau sama dengan “Wani keplok wani tombok”, wah… jiwaku yang haus kegiatan dan amal ma’ruf tak gentar sedikitpun.

Usulan agar saya jadi ketua Karismago tak aku lewatkan dan tak aku biarkan ibarat kata orang betawi,”Ikan bawal ikan teri, ente jual ane beli”. Akhirnya saya terpilih menjadi ketua Karismago yang pertama. Aku kemudian menyusun pengurus karena kalau tidak salah setelah terpilih ketua maka ketua diberikan hak untuk memilih pengurus dibawahnya. Setelah pengurus telah tersusun maka jamaah membahas program kedepan. Program-program itu antara lain :

1. Pengajian isro’mi’roj di balai desa, dengan panitia Karismago (gabungan semua masjid dan mushola di desa Gombang). Hal ini juga dimaksudkan untuk Launching dan menguji Karismago secara internal. Alhamdulilah pengajian berjalan lancar, sukses dan banyak yang mensupport acara tersebut.

2. Silaturahmi pengajian malam minggu. Hampir semua masjid dan mushola di desa gombang mempunyai kegiatan pengajian di malam minggu jadi momen ini dimanfaatkan untuk bertukar penceramah pada acara pengajian remaja di masing-masing masjid.

3. Pengajian ahad pagi bulan ramadhan. Acara ini cukup mendapat sambutan dan gaung yang luar biasa selain syiar yang kuat juga kehadiran jamaah selalu membludak. Tetapi sayang pada minggu ke-3 atau ke-4 pada saat giliran masjid di Gombang Alas pengurus remajanya membatalkan pengajian ahad pagi dengan alasan tidak mendapatkan penceramah. Seandainya saja tenggorokanku waktu itu tidak sakit, ingin sekali saya menyanggupi tawaran untuk mengisi acara pengajian tersebut. Dan benar saja jamaah lain yang tak mendapat kabar (maklum dulu belum ada HP kayak sekarang bro) tetap datang ke Gombang alas untuk menghadiri pengajian ahad pagi sesuai jadwal yang dibuat di awal bulan ramadhan.

4. Silaturahmi dan bertukar informasi (terkait aliran-aliran sesat dan missionaris, waktu itu).

5. Menguatkan ukhuah islamiyah.

6. Menggalakkan TPA.

Hari kelulusanku pun tiba yang waktu itu menjabat ketua Karismago hampir 2 tahun. Aku pun tak bisa mengetuai Karismago lagi. Namun sebelum merantau karismago ber-reorganisasi. Dan kalau nggak salah ingat mas Tarjo dari Gombang terpilih sebagai ketua baru Karismago. Memoar -memoar ini selalu teringat olehku disini di perantauan aku tak bisa mengecap seperti suasana dulu lagi…….

Waktu launching Karismago di bale desa Gombang ada sesepuh bilang, “Karismago jangan cuma anget-anget kuku, nyala sebentar dan padam lagi. Kalau bahasa jawanya ojo mung obor blarak”. Al-hamdulilah setelah sekian lama aku tinggalkan kampung ku masih ku dengar Karismago, masih ada yang menghidupkan dan menggerakkan remaja islam gombang dengan nama Karismago pula. Ya allah semoga engkau berikan petunjuk dan kekuatan, dan engkau berikan seseorang yang kaya baik harta, ilmu dan hikmah sehingga bisa memimpin warga desa dan negaraku ini…..

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

3 Responses to Mengenang 17 tahun KARISMAGO

  1. Pingback: The Adventure Of Wong Fei Hung In Nusantara Archipelago « wikisopo

  2. iki sopo yo kudune aku kenal,ket

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: