Zaman Edan – Negara Edan – Aparat Edan


Pancen wolak-waliking jaman
Amenangi jaman edan
Ora edan ora kumanan
Sing waras padha nggagas
Wong tani padha ditaleni
Wong dora padha ura-ura
Beja-bejane sing lali,
Isih bejo wong kang eling lan waspadha

Sungguh zaman gonjang-ganjing
Menyaksikan zaman gila
Tidak ikut gila tidak dapat bagian
Yang sehat pada  berpikir
Para petani dibelenggu
Para pembohong bersuka ria
Beruntunglah bagi yang lupa,
Masih beruntung yang ingat dan waspada

Demikian sepenggal karya sastra karya Prabu Joyoboyo atau yang terkenal dengan ramalan Joyoboyo. Terlepas dari waktu ramalan yang telah terpaut jauh saat, isi kalimat ini semakin terasa menggigit bahwa dunia ini, Negara ini semakin kacau balau, semakin runyam dan semakin edan saja

Tidak peduli ada hukum dan peraturan. Bahkan yang membuat aturan juga melanggar. Aparat yang seharusnya mengakkan peraturan malah dia yang merobohkan. Ibarat pagar makan tanaman, demikian pepatah mengatakan. Tidak heran teman-teman yang terkungkung di pabrik menuliskan puisinya di toilet, “ Dunia sudah tua, hukum yang berlaku hukum rimba. Siapa yang kuat dia yang menang”. Demikian celoteh dari teman-teman di pabrik yang tak berdaya melihat situasi di sekitarnya. Mereka hanya mampu menulisnya di dinding toilet pabrik.

Nah kalau kita lihat dan kita bandingkan dengan Negara kita ini semua terasa klop. Ekonomi, kerukunan, adat istiadat, semangat gotong royong, semangat kesetiakawanan sosial, situasi sosial politik,hukum, peradilan semuanya terkoyak semuanya berganti dengan keserakahan, kejahatan, persekongkolan, yang semua layak mendapat predikat zaman edan.

Bahkan baru-baru ini saya baca di jejaring sosial facebook ada sebuah tulisan yang mengisyaratkan dasar Negara kita sudah tidak begitu mencerminkan makna yang terkandung di dalamnya. Makna yang luhur itu mulai kabur. Yang ada hanyalah kebaikan hati nurani telah terkubur. Karena masyarakat mulai tak mengindahkan nasehat-nasehat yang terkandung di dalamnya

Dan munculah tulisan ini, tulisan yang mencerminkan keadaan yang nyata di sekitar kita. Nyayian kaum jelata yang coba menghibur agar generasi mereka terus mengenang leluhur. dan mennyiratkan secercah harapan kapankah negara ini akan makmur?

Ini dia 5 tulisan itu, cerminan situasi dan kondisi yang disebut edan. Edan segala-galanya.

  1. Keuangan yang maha kuasa
  2. Korupsi yang adil dan merata
  3. Persatuan Mafia hukum Indonesia.
  4. Kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu kebejatan dalam persekongkolan dan kepura-puraan
  5. Kenyamanan sosial  bagi seluruh pejabat, wakil rakyat dan keluarganya.

Dan ini tulisan Prabu Joyoboyo yang lain yang menyindir kita lagi.

Wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil
Sing ora abisa maling digethingi
Sing pinter duraka dadi kanca
Wong bener sangsaya thenger-thenger
Wong salah sangsaya bungah
Akeh bandha musna tan karuan larine
Akeh pangkat lan drajat padha minggat tan karuan sebabe

Orang waras dan adil hidupnya memprihatinkan dan terkucil
Yang tidak dapat mencuri dibenci
Yang pintar curang jadi teman
Orang jujur semakin tak berkutik
Orang salah makin pongah
Banyak harta musnah tak jelas larinya
Banyak pangkat dan kedudukan lepas tanpa sebab

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: