Seharusnya Dengan PKB, Perusahaan Dan Serikat Tidak Perlu Berselisih


Dialog terbuka presiden FSPMI di TVRI tgl 18 Desember 2011 bersama direktur pencegahan dan pembinaan perselisihan hubungan industrial, menegaskan : salah satu upaya menghindari/meminimalisasikan perselisihan antara perusahaan dan serikat pekerja adalah dengan digalakkannya / dianjurkannya pembuatan PKB di setiap perusahaan. Dengan kata lain seharusnya setelah adanya PKB, antara perusahaan dan serikat pekerja tidak semestinya / tidak perlu terjadi perselisihan.

Namun kenyataan dilapangan lain bro. Ini hanya salah satu contoh yang terjadi di salah satu perusahaan wongso gondal-gandul yang perlu kita ketahui. Sehingga nantinya bisa dijadikan pelajaran buat kita semua. Selain perbedaaan mendasar antara serikat dan perusahaan yaitu : serikat mencari kesejahteraan dan perusahaan mencari keuntungan, ada sinyalemen bahwa perusahaan dengan karakter dasarnya (profit oriented) semakin mempertegas sikap ini dengan berbagai trik, kebohongan dan kelicikan bahkan kalau perlu kriminalisasi pengurus serikat dan berangus serikat yang membangkang dan tidak sejalan dengan perusahaan dilihat dari sudut pandang perusahaan (baca : serikat harus menyetujui semua kehendak perusahaan). Perusahaan sama sekali tidak melihat kebutuhan dasar karyawan sebagai individu sosial yang semakin hari kebutuhan semakin meningkat. Bahkan kesejahteraan yang secara policy tidak boleh dikurangipun terancam ditinjau ulang untuk dikurangi. Beberapa kesejahteraan bahkan telah terealisasi dapat dikurangi seperti uniform dan safety shoes. Dan berbagai kebijakan yang meresahkan karyawan dan bertentangan dengan PKB dan UU kerap dilanggarnya.

Pelajaran-pelajaran tersebut adalah :

Beberapa pelajaran dibawah adalah sebuah ilustrasi tanpa mengurangi substansi.

  1. Pada saat kenaikan gaji SK gubernur menetapkan nilai kenaikan gaji berdasarkan inflasi sebesar 7%. Perusahaan menaikkan gaji karyawan dengan rumus inflasi 1 %, prestasi 1 % dan peningkatan taraf hidup berdasarkan masa kerja 1%. Jadi total kenaikan sebesar 3%. Jelas serikat dan karyawan mengadakan aksi dan menggelar demo setelah prosedur menurut UU dipenuhi. Aksi demo berjalan 2 hari. Perusahaan mengabulkan tuntutan serikat menaikkan gaji sebesar tuntutan aksi yaitu 12.5%. ( Namun sayang kesepakatan antara perusahaan dan serikat setelah adanya aksi tersebut tidak didaftarkan di pengadilan negeri). Dan benar setelah gaji dinaikkan 12.5% perusahaan menggugat serikat dengan tuduhan bahwa demo yang dilakukan tidak syah berdasarkan undang-undang. Dan hal ini akan diperselisihkan ke PHI. Masalah berlarut-larut  hingga 5 bulan dan hampir serikat menggelar aksi lagi namun di batalkan kembali. Banyak rumor berkembang jika PHI dimenangkan perusahaan (karena dukungan biaya yang kuat dari perusahaan dan mereka yakin akan menang dengan suap) posisi pengurs terancam karena : pertama ; Perusahaan (sudah pasti) akan mem-PHK semua pengurus serikat dan orang2 yang terlibat mendukung aksi. kedua ; Lebih parahnya ada issu yang mengatakan perusahaan akan mem-PHK semua karyawan yang melakukan demo dan menggantinya dengan karyawan outsourcing.
  2. Di dalam PKB menyatakan bahwa jika karyawan pensiun maka pesangon yang ia dapat adalah 2 x UU yang berlaku. Itu artinya (2×9)x2 =36 x upah. Komponen upah yang dimaksud telah disepakati di dalam PKB dan telah berjalan selama ini termasuk uang makan dan uang transport. Tetapi perusahaan tidak mau membayar uang pensiun karyawan dengan memasukkan uang makan dan transport tadi. Akhirnya serikat membawa ini ke delik pengaduan. Akhirnyapun dinas mengeluarkan anjuran yang menyatakan perusahaan harus membayar sesuai dengan PKB dan sesuai ketentuan yang telah berlaku di dalam perusahaan selama ini. Sampai tulisan ini diposting oknum karyawan yang telah pensiun dan menunggu pesangonnya masih terkatung-katung belum dibayar oleh perusahaan. Tetapi apakah perusahaan akan membayar pesangon pensiun seperti yang telah dianjurkan dinas? Waktu yang akan menjawabnya.
  3. Seorang karyawan mengundurkan diri secara tertulis dengan etikad baik, tetapi kurang dari 30 hari sesuai UU yang berlaku. Perusahaan membiarkan pengunduran dirinya tanpa proses dan tanpa status yang jelas apakah dia dianggap mengundurkan diri atau di PHK karena telah tidak masuk secara berturut-turut bahkan lebih. Perusahaan terkesan masa bodoh dan enggan mengeluarkan pesangon/jasa untuk yang mengundurkan diri ini. Sampai 6 bulan lebih kasus ini berlarut larut hingga kasus pesangon pensiun pada no. 2 diatas muncul.

Kesimpulan :

  1. PKB  belum tentu menjadi solusi bagi hubungan industrial yang lebih baik, jika perusahaan maunya menang sendiri dan mengedepankan ego, kekuasaan, uang dan kerakusan, dan selalu arogan. Tetapi dengan PKB bisa diaharapkan hubungan industrial bisa dibina lebih baik lagi.
  2. Yang sering terjadi perusahaan yang sudah ada PKB nya sering kali mengingkari PKB tersebut, bahkan UU yang berlakupun dilanggar, contoh buruh outsourcing di bagian produksi utama.
  3. Perusahaan seharusnya mengedepankan sikap elegan dengan memposisikan karyawan sebagai asset dan mitra perusahaan. Dengan sikap ini perusahaan diharapkan dapat tumbuh berkembang dengan baik.
  4. Serikat pekerja perlu mempunyai kemampuan dan wawasan yang luas dan bijak sehingga mempunyai nilai tawar, argumen, masukan dan visi yang baik untuk perusahaan. Tidak hanya mengedepankan pokoke saja. Walaupun perusahaan kadang juga arogan, pernah juga serikat berbuat arogan sesekali, tetapi lebih sering juragan yang melakukannya.
  5. Peran pemerintah sangat berarti untuk proses rekonsiliasi dan sebagai penengah antara serikat dan perusahaan. Tak jarang keputusan pihak pemerintah yang tidak netral semakin memicu kondisi panas karyawan sehingga tak jarang terjadi hal-hal anarkis saking tidak bisanya karyawan  membendung amarah yang selama ini di tahan.
  6. Serikat pekerja ke depan perlu memikirkan bagaimana bisa masuk ke lingkaran pusat kekuasaan sehingga bisa mempengaruhi berbagai pengambilan keputusan masalah buruh yang berpihak kepada karyawan. Lebih jelas baca konsep buruh cerdas. Mau gak mau kalau kita mau mengubah nasib buruh yang lebih signifikan maka serikat harus terjun ke politik praktis. Demikian bro ulasan bang thoyyib sekedar pepesan kosong daripada kita ngelonjooorrrr….

Solidarity forever

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: