Refleksi Menejemen Yang Tidak Sehat


Ini adalah sebuah cerita tentang morat maritnya sebuah perusahaan sebut saja PT Gondal-Gandul, yang beberapa orang teman sekerjaku menyamakan dan mengatakannya dengan sebutan ini adalah gambaran Indonesia kecil. Banyak situasi dan keadaan kecil di sekitar kita, di alam Indonesia ini yang sering mencerminkan secara keseluruhan kondisi Indonesia, Na’udzubillahi mindzalik…hemm..ngelus dada kalau kita membaca dan merasakan kepongahan, keserakahan, ketamakan dan kerakusan para pendurhaka.

Awal dari kekacauan perusahaan PT Gondal-Gandul ini mungkin dari semenjak berdirinya perusahaan ini, ketika rekrutmen personil karyawan tidak menggunakan kaidah menejemen dan tidak mempunyai standart-standart khusus untuk mencapai tujuan perusahaan dan tidak memperhatikan standart kebutuhan di lapangan. Ditambah dengan system pengelolaan dan pembinaan personil yang sangat jelas tidak ada (bagaimanan pendapat anda ?).

Dan lagi kawans tahu perusahaan ini (menejemen) kalau dicermati tidak mempunyai guide Job description dan Job specification, kedua hal ini terlihat sangat rancu, oya saya dapat istilah baru lagi menejemen perusahaan ini adalah menejemen tuhan ( hanya tuhan yang tahu / pejabat yang bersangkutan saja yang tahu) . Dan  sejak lama hrd/menejemen lokal (dan sebagian besar leadership yang ada) mempuyai gaya menejemen yang tidak sehat, seperti :

  • Egois, ingin menang/selamat sendiri,
  • Tidak konstruktif dan progressif
  • Type orang yang cari muka,
  • Mementingkan kepentingan diri sendiri, dan kelompoknya
  • Tidak suka orang lain ikut campur kecuali kroninya,
  • Penilaian prestasi cenderung berdasarkan suka dan tidak suka
  • Serikat pekerja tidak dianggap perusahaan, hanya sebagai pelengkap dan pendukung legitimasi perusahaan karena SP selama ini cenderung bisa dikendalikan menejemen.
  • Kesejahteraan mereka bukan dari gaji pokok yang halal tapi dari uang sampingan ( sehingga para pemimpin tidak memikirkan gaji pokok, karyawan dibuat terlena dengan lembur yang besar ) dan seterusnya  masih banyak lagi. Sehingga kondisi ini berakibat secara akumulasi kepada penurunan kesejahteraan, penurunan kenyamanan kerja dan lain-lain. Yang perlu dicermati dan dikaji serta dievaluasi kemana arah perusahaan ini ? berikut fenomena-fenomena besar di perusahaan ini yang perlu di cermati :

1. Maret 2007, seluruh SK direksi tidak dicantumkan kedalam PKB, dengan alasan besaran nominal belum tercapai kesepakatan antara perusahaan dan SP, padahal dalam hal ini perusahaan ingin karyawan tidak bisa menuntut apa-apa karena tidak punya dasar hukum. Dan disini terlihat perusahaan sedang mengendalikan SP/pengurus SP berjalan, dan orang yang  teliti akan mengatakan pengurus SP telah melakukan kongkalikong dengan perusahaan, ada apa ini? siapa pengurus tersebut? dsb….

2. Munculnya SK direksi yang mengatakan rawat inap bagi karyawan adalah hanya Rp. 10.000.000,- tanpa sepengetahuan SP, atau SP malah tidak tahu atau tidak diberi tahu atau SP tidak menyebarkan informasi itu padahal mereka tahu ( dan SP pun setahu saya tidak punya salinannya). ( tahu-tahu karyawan nombok sehabis pulang RS )

3. Kedatangan Direktur X yang fenomenal, merubah segala tatanan menejemen, merubah segala kondisi, membuat orang terpacu/dipaksa berfikir, membuat pemborosan berkurang, memperbaiki gedung kantor dan pabrik ( yang walaupun ada testimoni karyawan : pabrik bagus nilai jualnya juga bagus? ), memaksa 6 orang karyawan dilevel menejemen ( Supervisor-menejer ) keluar/mengundurkan diri karena kecerobohannya sendiri.

Sepak terjang Direktur X ibarat  pisau bermata dua, satu sisi positif untuk perusahaan dan sisi yang lain menjadi negatif untuk karyawan karena tidak saja karyawan tidak nyaman, tertekan ( Under pressure), sadar atau tidak sadar menejemen yang diterapkan adalah menejemen konflik dan satu lagi walau telah banyak yang dilakukan Direktur X tetapi belum ada tindakan yang secara signifikan/langsung berpengaruh dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan. Statement Direktur X baru dalam taraf  wacana dan janji-janji manis saja ( dan mungkin saja hal ini mustahil).

4. Kondisi pada nomor 4 ditambah menejemen yang tidak bertanggung jawab sesuai kapasitasnya sehingga kesejahteraan karyawan mulai terabaikan ( ditambah overtime yang berkurang bahkan tidak ada  karena quantity produksi turun atau karena produktifitas yang mulai naik atau karena kontrol by Direktur X sehingga over time tidak semudah dulu), fungsi-fungsi struktural perusahaan banyak yang kosong dan tidak sesuai lagi dengan jabatannya ( rancu, tumpang tindih dan sebagian over load kerja ).

Kembali lagi Job description dan Job specification serta kontrol  yang tdak dilakukan tidak jelas. Sehingga direktur X langsung kontrol sampai ke level leader dan operator yang membuat kondisi semakin tertekan disisi karyawan. Secara umum, ini menunjukkan fungsi-fungsi structural perusahaan terlihat tidak bekerja / tidak bisa meng-handle pekerjaaan nya untuk melakukan pembinaan, pengelolaan, pembenahan dengan situasi tersebut. Praktis selama 5 tahun ada Direktur X,  menejemen yang berjalan adalah menejemen one man show, menejemen konflik dan under pressure.

5. Klimaks dari kondisi no 4 dan no 5 ditambah kenaikan gaji tahun 2010 yang hanya 3 % memaksa union untuk turun ke jalan. Meskipun dalam hal ini banyak polemik, misteri akan siapa dalangnya, tujuannya apa, keuntungan apa dari aksi turun ke jalan union? yang jelas union ikhlas, murni dan refleksi spontan dari ketidak adilan yang sedang menghimpit karyawan. Misteri belum terjawab semuanya, tetapi perusahaan lebih banyak memegang kepentingan dibandingkan union yang hanya berkisar masalah gaji yang normatif, yang akhirnya memakan korban 2 orang menejer dan 1 orang dokter.

6. Union sedikit lega setelah melalui konflik dan polemik yang panjang, angin segar berhembus tetapi belum bisa sepenuhnya diambil/dimanfaatkan oleh union. Selagi belum sadar union kedatangan lagi lokomotif baru bermerek GM SLANK. Berbagai akumulasi permaslahan, luka-luka terpendam dan ketidak sinkronan seluruh elemen perusahaan ini membuat atmosfer baru dan tantangan baru,  akankah perusahaan akan sehat? akankah perusahaan bisa berumur lebih panjang? akankah union dan anggota sadar kondisi ini dan menata ulang barisannya? dan terahkir akankah union bisa melewati kondisi dan lokomotif ini? hanya waktu yang bisa jawab semua ini.

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: