Mental-Mental Jongos & Ambivalensi Penghancur Pejuang Buruh


Tulisan ini kami tujukan kepada aktifis pejuang buruh dari berbagai federasi serikat pekerja umumnya dan khususnya aktifis pejuang buruh Serikat Pekerja Logam FSPMI cabang dimanapun anda berada. Waspada  terhadap mental-mental Jongos dan sikap ambivalensi yang mungkin menjadi factor pemicu terpuruknya upah UMK kota hujan dibandingkan wilayah jabodetabek. Lebih parah lagi hal ini bisa menjadi awal diberangusnya Serikat Pekerja (SP) Union blasting di tempat anda.


Memang aneh dan lucu, kalau dicermati sikap dan kebijakan pengurus DPC SPL-FSPMI cabang kota hujan menyangkut perlakuannya terhadap MUSNIK V PUK SPL-FSPMI PT. gondal-gandul dan pengurus PUK baru hasil MUSNIK V SPL-FSPMI PT. Gondal-gandul ( sebut aja begitu yach broo…) di tahun 2008.

Kronologisnya, pengurus DPC datang ditengah persiapan MUSNIK V sedangkan peraturan pencalonan ketua PUK telah selesai disusun, tata tertib MUSNIK sudah finishing, dan proses pencalonan ketua PUK telah dijalankan SC/OC dengan calon ketua PUK tunggal yaitu BONGKAR.

Memang, ada hal-hal yang harus dibenahi PUK PT Gondal-gandul agar bisa berjalan selaras dengan AD/ART SPL-FSPMI ataupun PO FSPMI. Namun DPC SPL-FSPMI cabang kota hujan terkesan hanya memvonis bahwa : PUK PT. Gondal-gandul telah melanggar ketentuan organisasi, tanpa mempelajari, menganalisa dan mempertimbangkan kondisi yang ada dalam pengambilan kebijakan DPC ( yang terlihat kebijakan DPC adalah kebijakan individu, bukan kebijakan kolektif hasil discus sesama pengurus DPC).

Lebih anehnya lagi beberapa pengurus PUK PT. Gondal-gandul berjalan adalah juga pengurus DPC SPL-FSPMI yang seyogyanya mereka lebih tahu kondisi PUKnya sendiri dan sewajarnya berkoordinasi dengan pengurus DPC yang lain untuk membenahi dan / mendesign MUSNIK V agar sesuai dengan ketentuan organisasi dari awal dibentuknya SC/OC. Tapi hal ini tidak dilakukan jauh2 hari sebelumnya oleh pengurus DPC yang juga anggota FSPMI PT. Gondal-gandul.

Lebih tercengangnya kami disaat MUSNIK berlangsung tiba-tiba ketua DPC SPL-FSPMI meninggalkan MUSNIK dan tidak mau melantik PUK PT. Gondal-gandul terpilih dengan alasan yang sangat dipaksakan ( saya tidak dianggap dan dihargai katanya), lalu dimana letak kedewasaan dan kepemimpinan DPC…? padahal MUSNIK V tersebut dihadiri pengurus DPP SPL-FSPMI, Presiden FSPMI dan Forum Serikat Pekerja PANASONIC GROUP serta APINDO. Sinyalemen yang tertangkap peserta musnik adalah : pengurus DPC SPL cabang kota hujan terkesan membiarkan MUSNIK V PUK PT. PEWMID melanggar ketentuan organisasi sehingga mereka mempunyai alasan untuk mem-pressure PUK baru PT. Gondal-gndul. Dan hal-hal ini mungkin tidak terjadi jika ketua baru terpilih adalah orang yang dekat dengan pengurus DPC atau yang pro dengan mereka, atau orang yang sesuai harapan mereka : orang2 bermental jongos dan beo2 bersuara merdu. ( Mereka mungkin takut pengurus terpilih akan bertindak radikal tetapi di lain waktu ketika tahun 2010 mereka berteriak kenceng seolah-olah mereka yang paling militan, membingungkan…tanpa tujuan dan konsep)

Yang lebih buruk lagi, masalah ini menjadi polemik ketika : pengurus baru PUK PT. Gondal-gandul berjalan tanpa SK pengesahan dari DPC. Sehingga pengurus PUK baru PT. Gondal-gandul merasa berdiri mengambang tanpa status yang jelas dari organisasi. Sementara kondisi sebenarnya menuntut PUK perusahaan-perusahaan lebih solid untuk mempersiapkan dan menghadapi situasi ekonomi yang semakin sulit melalui perundingan2 dengan pihak menejemen.

Dan sebagai catatan, untuk mendapatkan SK pengesahan PUK, DPC mensyaratkan ketentuan kepada PUK / Pimpinan sidang tetap sebagai berikut :

  1. Surat permohonan untuk dikeluarkan SK PUK
  2. Berita acara MUSNIK
  3. Suratkeputusan tentang tim Formatur
  4. Absen peserta yang hadir dalam MUSNIK pemilihan formatur
  5. Tata tertib MUSNIK
  6. Semua surat – surat ditandatangani oleh pimpinan sidang
  7. Berita acara formatur tentang susunan pengurus yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris formatur.
  8. Suratpernyataan untuk memenuhi ketentuan AD/ART
    1. COS 1 % dari UMK Bogor
    2. COS 40 % di stor ke DPP
    3. Struktur dan pembidangan disesuaikan dengan AD/ART SPL
    4. PUK terpilih siap mengutamakan ketentuan konstitusi organisasi
(kenapa harus dipaksakan COS 40% kalau kondisi PUK nya sangat membutuhkan dana perjuangan? dengan jumlah anggota 400 iuran 10.000 maka hanya 4 juta sebulan, praktis PUK nggak berdaya ditambah pengelolaan keuangan yang boros menambah compang-camping ibarat pasukan tanpa logistik yang cukup)

Melalui tulisan ini kami menghimbau kepada aktifis SPL- FSPMI dan FSPMI untuk mendukung PUK baru SPL-FSPMI PT. Gondal-gandul agar tetap exist dengan turunnya SK pengesahan DPC. Sebab bila SK pengesahan dipersulit atau tidak diturunkan maka preseden buruk bagi SPMI akan terjadi melihat rumor – rumor yang berkembang seperti : PUK baru hasil musnik akan membubarkan diri dan bisa saja PUK baru akan keluar dari FSPMI sebagai akibat dari ketidaknyamanan dan kurang fairnnya pengurus DPC terhadap PUK-PUKnya sendiri. Alangkah ironis, salah satu perusahaan yang menjadi faunding fathernya SPMI keluar dari kandangnya sendiri. Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran kaum buruh.

Tulisan ini ini untuk mengenang dan mengingatkan bahwa di setiap perjuangan akan selalu datang penghalang, salah satu penghalang adalah mental-mental jongos, ambivalensi, alias penghianat perjuangan yang menggadaikan perjuangan dengan uang dan kenyangnya perut sendriri (lebih mementingkan kepentingan pribadi). Mereka adalah hamba2 perut kawulo tedho…yang dengan jelas-jelas akan menjerumuskan kaum buruh dan melemahkan serikat. Mereka kelihatan berjuang tetapi juga menjadi benalu ditubuh pohon yang mereka tumpangi dengan perlahan-lahan menghisap sari makanan, perlahan-lahan menghisap COS, menutupi kebenaran dan fakta, memainkan UU, membuat berita tak jelas sampai harus menjual anggota pun mereka akan lakukan jika kondisi terdesak dan menguntungkan bagi mereka.

In memoria 02 Juni 2008.

 

Sampai diposting artikel ini, SK telah didapat dan PUK PT Gondal-Gandul  telah melewati masa kepengurusannya selama 3 tahun, dgn mengobarkan semangat soliditas, solidaritas dan perlawanan yang tinggi, ingat MEI 2010…kami yang tidak dianggap DPC SPL membuktikan pergerakkan  dan perlawanan  kami melawan pengusaha dan akhirnya mendapat kenaikan gaji yg lumayan tinggi. Bahkan kami mengobarkan semangat serikat FSPMI di wilayah / kawasan kami. Sehingga FSPMI diwilayah kami mendapat applous dari PUK2 yang lain dikawasan ini dan membuat ketertarikan tersendiri melihat kami melakukan aksi turun ke jalan dengan  begitu  sangat kompak dan satu komando. Walau pada akhirnya kami bersatu-satu ( bercerai – berai : Red) karna tumbuhnya mental-mental jongos ini  secara liar dan bangkitnya para penghianat telah mengalahkan dan menyingkirkan kebenaran & pejuang2 buruh sejati…

Sang Pejuang kini dalam pengasingan, diam mengawasi pergerakkan dan situasi, menanti apa yang akan terjadi dengan kondisi ini… kondisi gonjang-ganjing. Ibarat kata dalang phase ini adalah phase goro-goro…Ewuh Oyo..surodiro jayaningrat lebur dening pangastuti

WALLAHU A’LAM…

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

One Response to Mental-Mental Jongos & Ambivalensi Penghancur Pejuang Buruh

  1. Pingback: The Adventure Of Wong Fei Hung In Nusantara Archipelago « wikisopo

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: