AKSI-BURUH-DOA-DAN INDONESIA RAYA


Tulisan ini untuk mengenang menjelang 1 tahun gugatan perusahaan t4 doi bekerja terhadap aksi yang dilakukan SP t4 doi bernaung. Tepatnya setelah tanggal 3-4 mei 2010 SP doi melakukan aksi dan mendapat kenaikan salary 12.14 %(sukses luar biasa), tanggal 31 mei 2010 perusahaan resmi menggugat SP ke disnaker untuk mediasi dan ujung2 nya mau di bawa ke PPHI. Secara data2 lapangan dan prosedur SP doi hampir menang, tapi itulah produk hukum yang selalu ada celah untuk dimasuki dan dimainkan sekehendak yang punya bayaran, ditambah biaya menghadapi PPHI  bukan tidak mungkin perusahaan memanfaatkan situasi ini, dimana pejabat-pejabat negara doyan duit sehingga dari sisi financial ini SP doi jelas kalah.

Gugatan pihak perusahaan terhadap SP adalah ; bahwa aksi tanggal 3-4 Mei 2010 tidak syah demi hukum, walaupun secara administrasi dan prosedure telah dijalankan dengan baik oleh SP. Tidak syahnya menurut perusahaan adalah bahwa antara perusahaan dan SP masih menjalani perundingan atau dengan kata lain perundingan masih berjalan kenapa SP melakukan aksi. Padahal di undang-undang menyatakan bahwa perundingan yang deadlock harus dinyatakan oleh kedua belah pihak yang berunding bahwa mereka setuju untuk tidak sepakat alias deadlock. sementara pengertian di pasal lain mengatakan bahwa perundingan ada batasan waktunya, hanya beda redaksi. dan batasan itu telahdilewati oleh SP. Begitu kira2 akar permasalahan terlepas dari skenario, intrik dan embel2 jahat yang selama ini ada dan berkembang.

Alhamdulillah drama ini bisa dibilang SP doi menang telak. dan akhirnya 2 orang pejabat yang bertanggung jawab harus lengser dari kursi mereka. Akibat menanam akhirnya menuai, akibat mendulang air terpercik muka sendiri. dan itulah waktu yang menjadi saksi atas sepak terjang mereka.

Ada lagi catatan doi, sebenarnya kasus ini tidak seharusnya terjadi kalau hasil dari perundingan tanggal 4 mei yang menghasilkan 12,14 % di catatkan ke PTN setempat. Tapi ya itulah akibat keteledoran pemegang kendali dan sang sopir yang terlalu terlena oleh keharmonisan kedekatan hubungan dengan personalia sampai sampai tak sadar bahwa mereka akan dibawa ke perapian panas sebagai tumbal dan di ceburkan ke jurang yang dalam tiada terkira.

Dan waktu setelah peristiwa ini adalah era gonjang-ganjing dalam ketidakmenentuan dan ketidakpastian, bagi sang prajurit waktu ini adalah zaman perang yang tak wajib diikuti. Dan sambil melihat, mendengar dan memperhatikan situasi dengan seksama sang prajurit mencari kebenaran sejati, menggapai derajat tertinggi IHSAN untuk ma’rifatullah..

Semoga peristiwa ini menjadi pengingat kita semua.

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: