Tips Menghindari Pembobolan Perbankan


Bro masih inget kasus Citibank, yaitu kasus pembobolan dana nasabah sebesar Rp 17 miliar oleh karyawan banknya sendiri harus jadi pelajaran. Walaupun dolang kita gak mungkin dibobol (karna hanya pas-pasan hehehe…) tapi artikel ini bagus juga untuk pengetahuan dan pelajaran siapa tahu suatu saat dolang kita ber em-em. Asal jangan ngember…gitu aja koq repot hee…

Nyang bikin hebohh lagi neh …sang pembobol tante2 bohay deuhi… yang biasa sange dan penggemar piaggio antik dgn no seri G 160 70 agaknya…weleh…coba deh lihat pepaya Californianya …challenge ur sex spunk, shoot door….grobagh…

Ok, ini dia saran pengamat perbankan David Sumual memaparkan tiga tips menghindari pembobolan.

  1. Nasabah jangan mudah percaya kepada siapapun terkait transaksi meski sudah kenal lama.

Menurut David, dalam kasus pembobolan dana nasabah Rp17 miliar di Citibank, belum diumumkan secara detil modus operandinya oleh kepolisian. Tapi, paling tidak, tersangka pembobolan bank MD (47) merupakan senior relationship manager (RM). Dialah yang diberikan kepercayaan meng-handle semua transaksi nasabah.

Karena itu, MD kenal dekat dengan nasabahnya. Saking percayanya, nasabah pun mempercayakan semua transaksi ke MD. Padahal, SOP seharusnya tidak begitu. Nasabah memberikan semua data ke RM termasuk nomor rekening, pasword dan user id.

Karena sudah kenal lama, percaya dan selama ini pun berjalan baik, nasabah menyerahkan data ke RM. “Setelah trust, seharusnya diikuti oleh SOP yang benar. Karena itu, nasabah, jangan sepenuhnya percaya terhadap RM,” paparnya.

  2. Nasabah harus memastikan bahwa transaksi terkonfirmasi oleh auditor yang mengontrol risiko transaksi.

Artinya, menurut David, transaksi tidak hanya diserahkan kepada bagian bisnis seperti MD, tapi juga harus diikuti oleh kontrol dari sisi risiko (internal risk) dan audit (internal auditor) sehingga satu transaksi tidak diberikan hanya ke 1 orang saja. “Jika tidak, bagian bisnis cenderung manipulatif dan menyalahgunakan jabatannya,” imbuhnya.

Dalam kasus MD sebagai RM melayani priority banking atau nasabah utama (customer prime) dengan dana yang sangat besar. Nasabah jenis ini, biasanya sudah malas mengurusi transfer, sehingga menyerahkan ke satu orang yang menangani semua kegiatan transaksi yang berkaitan dengan bank atau investasi. “Karena itu, MD bisa membobol hingga Rp17 miliar bahkan lebih besar dari itu,” tandas David. Jangan sepenuhnya percaya terhadap RM.

   3. Nasabah harus memastikan transaksi berjalan sesuai prosedur.

Menurut David, nasabah harus memastikan keseluruhan transaksi berjalan sebagaimana mestinya. Terutama, manajemen risiko dari sisi internal risk dan internal audit-nya. “Dalam kasus MD, pembobolan bekerja sama dengan teller-nya. Apalagi, RM diperuntukkan untuk nasabah spesial,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, seorang wanita berinisial MD (47) pegawai Citibank Indonesia jadi tersangka pembobolan dana nasabah bank di tempatnya bekerja. Yang bersangkutan memanipulasi data kemudian memindahkan rekening orang ke rekeningnya sendiri. Alhasil, banyak nasabah yang jadi korban.

Nah kalo penasaran apa sih itu bisnis online anda boleh baca disini.

kalau mau baca berita selengkapnya tentang Melinda dee ke sini bro.. www.inilah.com

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: