Adventure Team Keneketo ke Salak Mount – Sukabumi


Sorry ya bro.. gw belum sempet nulis ini cerita adventure team keneketo nyang lagi ke gunung salak. Sabar aja n tunggu ceritanya yang seru, sebentar lagi..hiii….kalau ada waktu paling lama sebulan dech soalnya ane di kerjaan lagi banyak job yang menumpuk. capex dech ok, gitu aja dulu ya…sebagai ganti sementara foto2 nya dulu gw upluoad. lumayan lah…

ternyata…

3 hari kemudian…..

 Nah…my Bro, alhamdulilah cerita adventure team keneketo dapat ane terusin. Begini kisahnya…adventure ke gunung salak ini bagi ane adalah pengalalan pertama. Tahulah sesuatu yang mengandung kata pertama biasanya mengandung sesuatu yang nikmat dan asyik dan yang pasti kenangan indah, contoh pacar pertama, penemu pertama, cinta pertama, pengalaman pertama, ML pertama…weleh..weleh..

yang ini gambar fotonya jelek, ada pantulan sinar. Jadi aku croping coba deh ya bagus nggak…

 

Dari kiri ke kanan Aceng, EEF, Mr Keneketo dan ATTA

Anggota team adventure keneketo :

  1. Aceng paling senior alias ABRORI : pengalaman trackingnya meliputi gunung  merapi, merbabu, triple S ( sindoro, sumbing, slamet ), ciremai, papandayan, gede pangrango, salak dll masih ada lagi, Cuma ini yang saya denger dari ybs.
  2. Atta furqon : adventurenya yang paling wow adalah ngetreck ke ciremai selama 7 – 9 kali, gokil kan..? jelas aja dia ini rumahnya di bawah gg ciremai (kuningan cirebon) tapi kesini-sini gunung salak, papandayan, gede pangrango pernah sih di taklukkan.
  3. Zulham effendi alias EEF, ke gunung salak ini adalah adventure keduanya setelah pengalaman pertamanya menaklukkan gunung ciremai berhasil dia lewati.
  4. Mr Keneketo alias Toni M. Ini adalah saya saksi hidup pendakian ke gunung salak.

 Tanggal 13 Agustus 2004, Jumat sore pukul 17.00 Wib kami sepakat berangkat, walaupun agak sedikit molor dari rencana karna gangguan cewek centil berinisial “N”. Karna berinisial jadi sial dech tuh cewek kagak jadi berangkat dengan kita, emmboss….. Ok, kita tinggalin aja tuh cewek, kita fokus ke team keneketo. Team langsung naik bus jurusan Baranang siang – Bogor. Dari Bogor naik L 300 yang ke Sukabumi, kita turun di Cidahu sekitar jam 19.00 malam. Di Cidahu kita jalan kaki sekitar setengah kilometer, kata senior menghindari kejaran ojeg yang biayanya lumayan mahal. Perbandingannya kalau naik ojeg Rp 20.000 per orang, nah..kalau sediki sabar kita nunggu angkot Rp. 25.000 bisa berempat. Lumayan juga kita nunggu sampai akhirnya kita putusin sambil nunggu kita shalat maghrib dulu yang waktunya hampir habis di sebuah mushola pinggir jalan yang sudah sangat sepi.

 

Ahirnya angkot yang kita tunggu lewat juga. Tanpa buang kesempatan Aceng dan Atta langsung speak2 dan berhasil lah nego harganya. Angkot ternyata tidak sampai ke pos penjagaan I gg salak, tapi hanya pos pertama istilahnya. Terpaksa kita jalan kaki dikegelapan malam yang pekat. Tak ada orang lain selain kita. Dengusan nafas kami berempat seakan berkejaran dengan rasa takut akan gelap, sehingga langkah kamipun seakan juga berkejaran karna jalanpun hampir tak kelihatan, dan rasa ingin sampai dan rasa lelah untuk istirahat di pos I membuat langkah kami semakin cepat saja rasanya. Sesekali ada suara orang berteiak tapi jauh dan tak kelihatan. Kata senior itu pendaki2 yang lain. Setelah sekitar 20 menit kami berjalan mulai terlihat obor warung2 yang deket dengan pos penjagaan. Mungkin warung ini kalau siang berjualan. Dimalam hari mereka mungkin kasihan dengan para pendaki sehingga menghidupkan obor untuk penerangan walaupun tidak semua jalan bisa diterangi.

 

Sampailah kita di pos I, Aceng dan Atta langsung mendaftar dan membayar retribusi. Masih murah sih sekitar 7000 per orang. Kalu sekarang gak tahu sudah naik atau belum. Sudah lama gak nanya2 sama Aceng dan Atta lagi. Aku duduk melepas lelah sambil menyeka keringat yang bercucuran sehabis jalan kaki tadi. Tanpa bilang2 ke team yang lain sebenarnya kepalaku pusing, seakan mau melayang, mau pingsan ato mau muntah, entahlah…rasanya campur2 antara capek, lelah, haus, pening dan sedikit aroma magic yang kental. ( biasanya hal2 ghoib masuk ke tubuh manusia melewati ubun2 kepala. jadi rasanya kepalaku waktu itu berat sekali) seperti di duduki anak kecil seberat 10 kg.

 

Setelah breaks dan minum kita meneruskan perjalanan untuk mencari tempat mendirikan tenda. Jadi jadwal kita adalah bermalam dulu di kaki gg salak baru besok pagi meneruskan pendakian. Setelah dapat tempat yang bagus, kita mendirikan tenda. Aceng dan atta yang senior bagian mendirikan tenda. Aku dan EEF  membuka caril menyiapkan  alat2 untuk memasak.

 Tenda sudah berdiri, alat masak dan perbekalan sudah disiapkan. tas dan caril sudah rapih di dalam tenda. Wow air belum ada bro… Akhirnya kami gantian nyari air untuk memasak air dan wudhu untuk sholat isak. Dua orang aku dan aceng duluan ambil wudhu dan ambil air. Atta dan Eef ditenda nunggu aku dan Aceng kembali, sambil masak mie goreng dan menggoreng nugget. Kopi dan nasi belum bisa dimasak karna belum ada air. Oya kata senior perbekalan adventure ini paling banyak, pokoknya wah….bukan seperti layaknya pendakian yang makan seadanya dan minim perbekalan. Tapi bagus sih kata Aceng dan Atta.

 

Waktunya kita makan. Setelah semua sholat dan masakan telah siap kita berempat makan. Menunya nasi, mie goreng, nugget, teh manis. Aceng yang senior membawa alat masak dan kompor yang khusus untuk pendakian, jadi masak memasak makin simpel dan praktis. Selesai makan kita nyemoke dan ngobrol2 sampai akhirnya gerimis turun rintik2, kita berempat akhirnya masuk tenda semua melanjutkat obrolan. Di kejauhan 30-50 m tenda2 pendaki yang lain terlihat nyala api dari lilin2 mereka dan terdengar gunjrang-gunjreng dari petikan gitar dan suara musik dari HP ato radio. kita berempat mulai menguap akibat perut kenyang dan rasa lelah yang mulai merayap dan menarik otot mata untuk tidur. Mungkin sekitar tengah malam atau 01.00 kita mulai terlelap tidur pulas.

 

Keesokan paginya kita bangun dan langsung ngambil air wudhu untuk sholat subuh. Pemandangan sungguh jauh sekali dibandingkan waktu semalam, yang hampir tidak kelihatan kecuali warna gelap. Udara segar dan dingin mulai kami rasakan mencekam tulang2 dan persendian dan membuat kami hampir menggigil. Atta yang cekatan mulai memasak, Aceng asyik dengan radio phonenya. Aku dan Eef membantu atta sambil nyari akar2 rumput dan ranting kering untuk membuat api unggun agar rasa dingin yang tidak biasa bagi kami bisa sedikit dilawan. Jam 08.00 sarapan pagi sudah siap kami makan dengan lahap. Tak lupa ternyata Atta menyiapkan agar-agar puding ketika memasak. Berhubung sudah kenyang puding tak dimakan, tapi disimpan untu bekal perjalanan. Sehabis makan pagi kami tidak langsung beranjak tapi nyantai dulu sambil menikmati teh panas dan sereal yang siapkan Atta. Dan aku masih terganggu dengan bayang2 si Ipeh dan terus menelepon walaupun kadang gak nyambung…heee, ditambah dengan penampilanku waktu pendakian nanti akhirnya temen2 memanggil aku keneketo dan menyebut team ini team keneketo (mereka mengasosiasikan diriku dengan iklan pariwisata bali di TV). Bahkan suatu saat kita ingin mengadakan pendakian lagi ke gg gede atau papandayan, tapi belum terlaksana sampai sekarang. Aceng  masih asyik dengan radio phone nya. Sampai akhirnya serombongan anak2 kecil datang meminta minta makanan. Aku lupa ternyata bekal kami ada kacang tanah yang belum direbus. Nah sebagian kacang2 ini yang kami berikan kepada anak itu. Oiya Eef asyik dengan kacang rebus yang dimasak atta.

 

 Setelah cukup acara santai dan jam beranjak mendekati jam 10.00 pagi, kita memutuskan untuk mandi walaupun ternyata udara dan air masih sangat dingin untuk ukuran kami. Tapi kami tetap mandi dan setelah mandi badan kami segar dan justru agak hangat. Tepat jam 10.00 perbekalan dan tenda sudah kami kemasi, team keneketo akhirnya mulai melakukan pendakian.

 

Tanjakan demi tanjakan mulai kami lewati. Diawal perjalanan aku mulai lelah dan terengah-engah, aku ngajak break. Agaknya temen2 tahu kondisi aku jd mereka jg berhenti untuk ngasih waktu buat aku narik nafas dan melepas lelah. Setelah mulai terbiasa jarak break yang aku minta mulai agak panjang. Cuma bagusnya kata temen2 aku gak ngeluh dan menggerutu, karna biasanya pemula itu cengeng dan menjengkelkan. Alhamdullilah fase ini dapat aku lewati tanpa kecengengan dan kesombongan.

 

Sampai disuatu sungai kecil yang mengalir air kami berhenti agak lama. Sambil makan dan minum perbekalan. Dan tahu tidak fren puding yang kami bawa seperti habis dimasukin ke lemari es keras dan kenyal membuat kami jadi nikmat melahapnya.

 

Perjalanan kami lanjutkan dan sampailah kita di area seluas lapangan sepakbola di dua per tiga ketinggian gg Salak. Kami pun break untuk sekedar minum dan ngisep rokok. Dari sinilah acara aku dan Eef hampir tersesat di gg Salak berawal. Setelah break di lapangan itu atta dan aceng ngajak ngetrek. (pen : jalan agak cepat). Agar tidak kemalaman waktu turunnya. Aceng dan atta mulai ngetrek kami pun (aku dan EEF) mengikuti tidak jauh di belakang Aceng dan Atta. Namun aku dan Eef asyik dengan obrolan kami yang melalaikan. Hingga disuatu tikungan yang rimbun kami tak melihat Atta dan Aceng belok kemana. Sebenarnya sih bukan tikungan tapi lebih mirip jalan memotong ke kanan yang rimbun sementara jalan lurus adalah jalan setapak yang bagi pemula dan belum tahu jalan pasti akan mengikuti jalan setapak tersebut. Dan benar, kami berdua langsung bergegas mengejar aceng dan atta melewati jalan setapak tadi (jalan yang sebenarnya salah). Lama-lama jalan setapak hilang dan kami berdua masuk ke tanah becek yang jarang dilewati orang dan tidak ada pohon alang2 seperti diawal tadi.

Sepertinya sih jalur ini jalur aliran air dari atas gunung. Eef sudah mulai panik dan tahu tiidak teman dia mulai berteriak-teriak memanggil Aaceeeng….Attaaaa….dimana lo? persis di film-film itu. Aku tadinya juga mulai esmosi karna menurut aku dengan berteriak membuat kita panik dan salah salah jurig setan gg Salak menyauti teriakan Eef dengan suara yang sama seperti Atta ato Aceng misalnya, ” Aku disini Zul…!!’ wah… bisa repot. Akhirya aku ngasih usul ke eef  ”Dari pada energi kita habis untuk berteriak lebih baik kita berfikir bagaimana caranya kita selamat”. Karna sudah diketahui oleh kita kalau kematian para pendaki di gunung-gunung adalah selalu diawali dengan tersesat.

Makanya aku ngomong lagi ke eef  ”kalau kita ajalan terus kita gak tahu arahnya ke mana jalan ini, dan itu resikonya sangat besar”, Eef mulai menerima usulanku. Aku melanjutkan ”lebih baik kita kembali ke lapangan tadi dan bergabung ke salah satu rombongan pendaki yang lain dan kita ikut turun atau lanjut untuk lintas gg salak”. Akhirnya kami sepakat untuk kembali ke lapangan. O iya kami tersesat sekitar 20-30 menit perjalanan.

 Di lapangan ternyata Aceng dan atta juga balik lagi karna menurut mereka, mereka juga kehilangan kemana eef dan mr.keneketo kok tidak ada di belakang mereka. dari kejauhan aku lihat Atta bertanya-tanya ke rombongan pendaki yang lain begitu pula dengan Aceng. Oiya diperjalan menuju lapangan kami bertemu dengan 2 orang yang hampir salah jalan menuju puncak salak, akhirnya kami berempat bersama menuju lapangan. Setelah melihat kami dari kejauhan Atta dan Aceng terkesiap dan menghampiri kami berdua. Dan kami pun saling berpelukan dan kami semua menangis sesenggukan dan berlinang air mata kami. sungguh moment yang sangat indah dan mengaharukan. Bagi kami ini mungkin kenangan tak terlupakan.

 

Kami berempat saling menyadari dan memaafkan satu sama lain. Perjalananpun kami lanjutkan. Tidak berapa lama kami sampai di kawah puncak gg Salak sekitar jam 15.00 sore. Tp bukan kawah ratunya ya .. karna perjalanan ke sana agak cukup jauh lagi dan denger2 jalur tracknya berbahaya. jadi kami sampai disini aja. untuk selanjutnya kami lintas turun ke Cibatok. Di puncak kawah kami breaks dan foto2 seperti dibawah ini.

  

Setelah puas menikmati kawah puncak kami pun melanjutkan perjalanan turun dari gg salak. Sampai di bawah kami langsung mandi dan sholat ashar. Berbekal sisa makanan seperti beras, indomie, gula dan teh atta dan aceng mencari tumpangan sumur untuk mandi di warung terdekat yang ada. Kamipun masak menjelang maghrib dengan bekal yang ada setelah dikurangi sebagian untuk minta tumpangan mandi ke bapak yang punya warung tadi. kami bermalam satu malam lagi di lintas cibatok kaki gg Salak.

Oya fren pada malam harinya ternyata banyak rombongan pendaki pada datang turun dari truk dan bus yang mereka sewa. Agaknya mereka ingin ngepasin bermalam dipuncak gg salak pada malam 17 Agustus dilapangan gg salak. Kalau rombongan team keneketo jadwal tracknya agak maju jadi malam 16 agustus kita sudah di bawah gg Salak. Baru keesokan harinya jam 10.00 ato jam 11.00 siang kami pulang ke rumah dengan sejuta kenangan dan cerita yang sulit dilupakan.

Satu hal yang ingin aku buktikan dengan tracking adventure ke gg salak ini adalah : aku ingin membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku bisa dan mampu. Anjrit…kata teman2 satu tim keneketo memberikan applous, dan kita akhirnya saling memberikan inspirasi di tengah-tengah waktu break di perjalanan gunung salak. Yang pasti Bro, karna tantangan naik gunung cukup berat dan orang bisa putus asa dan kembali turun gunung kalau mentalnya gak kuat itu yang ingin aku lawan. Ditambah lagi dengan naik gunung orang akan terbaca sifat aslinya apakah dia egois, pelit, setia kawan dll.

Sampai ketemu lagi di petualangan yang lain, sungguh aku masih pengen moment seperti ini…suatu saat nanti. Sampai aku tulis kisah ini anggota team keneketo yaitu Aceng baru meirid pada tgl 20 Maret 2011. Dialah anggota team keneketo yang terakhir merit. Selamat ya Ceng semoga cepet dikasih momongan. Walaupun team keneketo tidak bisa kumpul lagi karna semua sudah berkeluarga dan tambah tanggung jawab, kami tetap berdoa untukmu semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rohmah…Amiin

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

4 Responses to Adventure Team Keneketo ke Salak Mount – Sukabumi

  1. atta says:

    mantafffff mas brew……
    kapan kita pada jalan lagi?
    kangen neh pengen ngumpul2 lagi…

    • Habil-Kyla says:

      Yoi bro sekarang memang agak susah nyari waktunya yang pas, tapi kalau Allah mengizinkan kt kumpul bisa aja kapan2 team keneketo nanjak lagi. Ato sekedar camping ke cibodas bersama keluarga…asyik euy…

  2. Pingback: Ojo Lamis 3 (Mengembalikan Cinta Yang Hilang) « wikisopo

  3. Pingback: The Adventure Of Wong Fei Hung In Nusantara Archipelago « wikisopo

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: