Organisasi Yang Besar Memahami Semua Sendi-Sendi Sosial Kehidupan, termasuk Seni Genjer-Genjer


 Bro, PKI ( Partai Komunis Indonesia ) sebelum dibredel tahun ’65-’66 adalah organisasi partai politik yang kuat, berakar, menggigit, militan dan program2nya menyentuh mayoritas lapisan bawah, yaitu wong cilik. Terlepas dari sisi-sisi negatif PKI, saya ingin menyoroti keberhasilan PKI dalam membaca, menangkap dan memahami situasi wong cilik saat itu kemudian merefleksikannya dan menggarap seni lagu yang sangat fenomenal (genjer-genjer) untuk dijadikan semacam mars-nya PKI kali ya….sehingga PKI mendapat dukungan yang sangat luas dari masyarakat.

 Bagaimana dengan FSPMI kita? mampukah ke depan para pengurus pimpinan pusat membaca, menangkap dan memahami situasi wong cilik alias kaum buruh menjadi suatu gerakan yang mampu mengangkat taraf kehidupan wong cilik? Sekilas sih arahnya ada, Bro. Hanya mungkin kurang dukungan yang luas dari segenap elemen yang belum sadar dengan apa yang sedang diperjuangkan FSPMI dan seluruh affiliasinya. KAJS dan BPJS adalah refleksi dari keprihatinan itu, saya berharap hal ini adalah benar-benar murni refleksi keprihatinan tidak ada embel-embel politik yang sesat, kejam dan kotor. Smoga FSPMI kita sekuat dan se-merakyat PKI seperti jaman dulu.

Dan ini adalah sejarah seni lagu genjer-genjer yang digarap PKI untuk pemenangannya, dan menjadi lagu yang fenomenal, merakyat, pelipru lara dan kedukaan rakyat namun disisi lain mengungkap dan mengingatkan kebengisan, kengerian dan kekejaman jaman itu, entah siapa yang harus bertanggung jawab?

“Genjer-genjer” adalah lagu populer berbahasa Osing yang diciptakan oleh seniman asal Banyuwangi, Muhammad Arief, pada tahun 1940-an.

Latar belakang penciptaan lagu

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945), petani di pedesaan sama sekali tidak mampu mengolah lahan karena kebanyakan pria dikerahkan untuk mendukung romusha. Akibatnya terjadi kekurangan pangan dan orang terpaksa memakan segala yang tersedia di lingkungan rumah. Banyak di antaranya yang mengonsumsi genjer, suatu gulma sawah yang sangat pesat tumbuh. Lagu ini memotret situasi pada masa itu.

 Kepopuleran lagu Setelah kemerdekaan Indonesia, lagu “Genjer-genjer” menjadi sangat populer setelah banyak dibawakan penyanyi-penyanyi dan disiarkan di radio Indonesia. Penyanyi yang paling dikenal dalam membawakan lagu ini adalah Lilis Suryani dan Bing Slamet.

 Keterkaitan dengan politik

 Penggunaan dalam propaganda PKI Pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966), Partai Komunis Indonesia (PKI) melancarkan kampanye besar-besaran untuk meningkatkan popularitas. Lagu ini, yang menggambarkan penderitaan warga desa, menjadi salah satu lagu propaganda yang disukai dan dinyanyikan pada berbagai kesempatan. Akibatnya orang mulai mengasosiasikan lagu ini sebagai “lagu PKI”.

 Pelarangan oleh pemerintahan Orde Baru

 Peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965 yang melibatkan PKI membuat rezim Orde Baru yang anti-komunisme melarang disebarluaskannya lagu ini. Menurut versi TNI, para anggota Gerwani dan Pemuda Rakyat menyanyikan lagu ini ketika para jendral yang diculik diinterogasi dan disiksa. Peristiwa ini digambarkan pada film Pengkhianatan G 30 S/PKI besutan Arifin C. Noer.

 Dalam aksi “pembersihan” terhadap komunis di tahun 1966-1967 di Indonesia, Muhammad Arief, pencipta lagu “Genjer-genjer” meninggal dibunuh akibat dianggap terlibat dalam organisasi massa onderbouw PKI.

 Paska Orde Baru

 Setelah berakhirnya rezim Orde Baru pada tahun 1998, larangan penyebarluasan lagu “Genjer-genjer” secara formal telah berakhir. Lagu “Genjer-genjer” mulai beredar secara bebas melalui media internet. Walaupun telah diperbolehkan, masih terjadi beberapa kasus yang melibatkan stigmatisasi lagu ini, seperti terjadinya demo sekelompok orang terhadap suatu stasiun radio di Solo akibat mengudarakan lagu tersebut.

Lirik lagu Versi asli

Genjer-genjer nong kedo’an pating keleler

Genjer-genjer nong kedo’an pating keleler

Ema’e thole teko-teko mbubuti genjer

Ema’e thole teko-teko mbubuti genjer

Oleh satenong mungkur sedot sing toleh-toleh

Genjer-genjer saiki wis digowo mulih

Genjer-genjer esuk-esuk didol neng pasar

Genjer-genjer esuk-esuk didol neng pasar

Dijejer-jejer diuntingi podo didasar

Dijejer-jejer diuntingi podo didasar

Ema’e jebeng podo tuku gowo welasar

Genjer-genjer saiki wis arep diolah

Terjemahan Bahasa Indonesia

Genjer-genjer ada di lahan berhamparan

Genjer-genjer ada di lahan berhamparan

Ibunya anak-anak datang mencabuti genjer

ibunya anak-anak datang mencabuti genjer

Dapat sebakul dipilih yang muda-muda

Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang

Genjer-genjer pagi-pagi dibawa ke pasar

Genjer-genjer pagi-pagi dibawa ke pasar

Ditata berjajar diikat dijajakan

Ditata berjajar diikat dijajakan

Ibu saya beli genjer dimasukkan dalam tas

Genjer-genjer sekarang akan dimasak

source:  wikipedia.com

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

One Response to Organisasi Yang Besar Memahami Semua Sendi-Sendi Sosial Kehidupan, termasuk Seni Genjer-Genjer

  1. Pingback: The Adventure Of Wong Fei Hung In Nusantara Archipelago « wikisopo

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: