Ibuku Sayang…


Ibu adalah sosok termulia bagiku, bagi seorang muslim penghargaan untuk ibu adalah : keyakinan bahwa syurga dibawah telapak kaki ibu, yang berarti kewajiban kita untuk menghargai, memuliakan dan membahagiakan ibu dikarenakan kasih sayang dan pengorbanannya yang begitu besar kepada kita tanpa meminta balasan dari kita.

Berikut ini tulisan (yang aku dapat dari sebuah milist) tentang kasih sayang dan kebahagiaan seorang ibu yang begitu ikhlas bersusah payah membesarkan anaknya dan memanjakannya walaupun si anak sudah beranjak dewasa.

Apalagi kawan jika kau ingat pengorbanan ibu kita saat melahirkan, saat mengasuh kita waktu kecil, saat bekerja berat hingga larut malam dan bangun di pagi hari, itu semua hanya untuk kita… anak2nya. Aku sedih dan sering termenung dan berkaca-kaca jika mengingat itu semua.
Semoga kisah dibawah menginspirasi kita untuk membahagiakan ibu kita…

“Nak, bangun… udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja…”
Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa
mengingat.Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang Karyawan disebuah Perusahaan
Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.”Ibu sayang… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa.”pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah.
Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru
kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini
dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.
Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang
fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang
kubaca .. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk
bersikap kanak-kanak ….. tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan
malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakanapa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya “Bu, maafin aku kalau telah
menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ?”Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana. Terbata-bataIbu berkata, “Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kaliansudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semuasudah bisa kalian lakukan sendiri”

Masya Allah… Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam
usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ?
Ketika itu kutanya pada Ibu. Ibu menjawab “Banyak sekali nak kebahagiaan
yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi
di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu.

Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu
kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap “Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alas an ketika Ibu menginginkan sesuatu.” Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bias dilontarkan Ibuku untuk “cuti” dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogative seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi…Ah, maafin kami Ibu … 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?

“Nak… bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. “Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan “terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu…”.Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu…Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat Dirimu..dan belum bias memberikan sesuatu bisa membahagiakan engkau.

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat “aku sayang padamu… “, namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah. Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita …Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada. Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.Wallaahua’lam

“Ya Allah,cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu…”dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana iamenyayangi aku selagi aku kecil”

“Jaga dan lindungi Ibuku ya Allah”

(dari: seorang sahabat di sebuah milist)

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: