Tips Menggunakan Kartu Kredit


Temanku sebut saja si Karto. Karena banyaknya kartu kredit yang dia miliki maka terkenal-lah Karto dengan sebutan si Raja Kartu Kredit. Apakah Karto berpenghasilan besar? Jawabnya tidak. Karto hanyalah karyawan pabrik berpenghasilan pas-pasan. Bisa saja gajinya besar tetapi hal itu terjadi kalau OT nya juga besar. Yang tidak setiap bulan OT-nya bisa besar. Sementara hutang Karto (pengeluaran) juga besar.

Tetapi kenapa karto berani membuat kartu kredit dengan jumlah banyak? Selidik punya selidik karto ternyata adalah orang yang suka glamour, suka mewah-mewahan dan suka wah..dihadapan teman-temannya. Untuk itulah Karto punya banyak kartu kredit agar dianggap mewah, dan orang lain gaptek. Sementara Karto beranggapan dirinya gaul dan nggak gaptek. Lebih parahnya lagi  (mungkin) Karto beranggapan uang yang dia ambil dari kartu kredit itu tidak perlu dibayar atau tidak ada perhitungannya.

Padahal data valid dari si pemegang kartu kredit sangat penting. Ketika sudah di apply data itu akan diverifikasi kebenarannya. Dan setelah disetujui maka si pemegang kartu kredit akan diberikan kemudahan untuk menggunakan sejumlah uang dengan limit tertentu. Dan akan terus bertambah limitnya jika kita lancar dalam pembayaran. Tetapi jika anda telat membayar atau malah kabur tidak membayar hutang kartu kredit, selain hutang bunga berbunga maka anda juga akan di kejar-kejar oleh debt collector (penagih hutang) dari bank tersebut.

Ternyata tidak hanya kalangan miskin dengan penghasilan pas-pasan saja yang suka kabur dari kartu kredit seperti cerita Karto diatas. Orang dengan penghasilan lumayan, bermobil juga suka juga dengan uang gratisan seperti kartu kredit. Hanya bedanya kalangan miskin modusnya tak selihai orang kaya. Orang kaya begitu tidak bisa bayar maka dia akan kabur pindah rumah dengan ganti identitas (ada yang begitu). Sebut saja seseorang dengan jabatan Menejer, supervisor  personalia di sebuah perusahaan atau pengusaha terdengar pernah kabur dengan hutang hanya 15 jt. Apakah dia tidak mampu membayar hutang kartu kredit tersebut? (…????). Dia berfikir dengan kabur akan lepas dari kejaran debt collector. Kalau hutangnya sampai puluhan apalagi ratusan juta kecil kemungkinan bank melepasnya, ya  tho brrrooo…

Sama halnya dengan cerita si Karto. Setelah semua kartu kredit dikuras uangnya, giliran sekarang dia terbebani untuk membayar cicilan kartu kredit. Penghasilan yang pas-pasan, kebutuhan yang meningkat, kurangnya pengertian tentang kartu kredit dan OT yang menurun membuat Karto kelabakan untuk membayar dan lari dari kejaran debt collector. Akhirnya Karto pusing dan stress. Untuk melunasi itu semua akhirnya Karto harus minta di PHK agar dapat pesangon dan bisa melunasi hutangnya. Begitulah ceritanya emang tragis ya broo…

Nah untuk mensiasati dan menyikapi kartu kredit, ada baiknya kita ulas beberapa alasan orang membuat kartu kredit. Tujuannya agar kita tidak pusing menghadapinya. Karna inti permasalahan kartu kredit adalah jika hutang itu tidak terbayar. Selain dikejar debt collector ke rumah biasanya juga debt collector akan menelephone ke kantor dan saudara yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat. Untul hal ini biasanya kita malu. Dan tidak semua permasalahan kartu kredit itu negatif. Bagi yang bisa menggunakan kartu kredit pasti akan bisa  mangambil manfaat kartu kredit.

Contoh 5 (Lima) alasan yang di ulas untuk membuat kartu kredit :

  1. Lihatlah kemampuan financial dan keuangan.

Apapun alasan anda, point pertama ini sangat penting untuk dilihat. Yaitu apakah keuangan dan financial anda sehat?. Jika cuma pas-pasan apalagi banyak tanggungan sebaiknya tahan dulu untuk mempunyai kartu kredit. Jika keuangan dan financial sehat apa saja bisa anda miliki termasuk kartu kartu kredit. Selanjutnya jika keuangan anda sehat anda tinggal menggunakan kartu kredit dengan bijak dan untuk keperluan yang baik.

  1. Evaluasi tujuan anda mempunyai kartu kredit.

Coba evaluasi apa tujuan anda membuat kartu kredit. Ada yang cuma untuk hura-hura, glamour, pelengkap gaya hidup, menyambung hidup, modal usaha, kemudahan pembayayaran dan transaksi dan lain-lain. Dari semua tujuan tadi syah-syah dan boleh-boleh saja, yang nggak boleh kalau anda niat kabur dari kewajiban membayar hutang kartu kredit bro. Bukannya nggak boleh juga kalau anda niat kabur tetapi anda akan hidup nggak tenang dikejar-kejar hutang.

  1. Coba-coba pengin tahu.

Yang ini pernah saya lakukan coba-coba pengen tahu sempet sih beberapa kali telat bayar. Tapi untungnya bisa saya lunasi dan sudah saya tutup. Pengen juga punya kartu kredit lagi, tapi nunggu keuangan sehat dulu mas bro..

  1. Mencoba gaya hidup kaum borju.

Boleh juga anda beralasan mempunyai kartu kredit untuk gaya hidup. Tetapi tetap pasal satu (keuangan dan financial) anda harus sehat dan tidak punya niatan untuk kabur. Nantinya jika niat untuk gaya hidup, ujung-ujungnya kartu kredit nggak kebayar pasti dikejar-kejar debt collector wah malunya sama teman dan tetangga??

  1. Membuat kartu kredit, mau pakai uangnya dan kabur.

Nah kalau alasan yang ini tidak perlu dibahas. Anda pasti sudah tahu jawabannya. Kalau anda punya niatan ini selamat bersenang-senang dan sampai ketemu dengan debt collector. Walaupun secara teoritis (pernah dengar) kalau hutang selama 5 tahun nggak dibayar akan dihapus datanya. Tetapi untuk yang 10 jtan bahkan 100an jt tetap akan dikejar oleh pihak bank sampai kemana pun anda pergi. Hehe…bahkan teman sekantor saya yang cuma 3 jta saja dikejar terus malah sekarang sudah menjadi 8 jtan karena bunga-berbunga.

Manfaat Kartu Kredit :

  1. Memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran.
  2. Tidak perlu membawa uang tunai dalah jumlah besar.
  3. Banyak penawaran yg kelihatan menarik dan menguntungkan seperti cash back, reward, cicilan 0%, discount, dan promo lainnya.
  4. Sebagai alternatif loan yang mudah dan cepat disaat kepepet ( bagi yang penghasilannya / financial -nya pas-pasan)
  5. Dapat digunakan untuk mencari modal usaha.
  6. Untuk pemenuhan gaya hidup.

Tips Menggunakan Kartu Kredit

  1. Gunakan kartu kredit untuk hal-hal yang positif, seperti : biaya sekolah, renovasi rumah, kredit electronic dan lain-lain yang positif.
  2. Bayarlah tagihan setiap bulannya (minimum pay) jangan sampai telat. Karena kalau telat dalam pembayaran kartu kredit akan mengenakan denda / biaya keterlambatan.
  3. Jika keuangan anda sehat, bayarlah melebihi minimum pay. Contoh anda baru membeli electronic seharga 1.500.000,-. Kalau minimum pay cuma kisaran 200.000 an. Tetapi bayarlah 2 atau 3 kali saja misal 500.000 atau 750.000,-. Hasilnya anda akan dikenankan bunga yang kecil.
  4. Jangan pernah punya niat untuk kabur dari kartu kredit, jika anda tak siap menghadapi kejaran debt collector.
  5. Lunasi dan selesaikan urusan hutang anda di kantor lebih baik dan menyelesaikan masalah anda dari kejaran debt collector.

Untuk Kartu Kredit BCA, berikut beberapa pasal yg harus Anda perhatikan:

Pasal 17
Selama Pemegang Kartu masih mempunyai kewajiban kepada BCA, Pemegang Kartu dengan ini memberikan kuasa kepada BCA untuk memblokir dan atau mendebet rekening tabungan, giro, deposito berjangka, dan atau rekening lainnya milik Pemegang Kartu di BCA, dan menggunakan dana hasil pendebetan tersebut untuk pembayaran seluruh utang dan kewajiban Pemegang Kartu kepada BCA, antara lain hutang pokok, bunga, denda, biaya penagihan termasuk biaya pengacara/advokat, biaya pengadilan, dan biaya-biaya lainnya. Segala akibat yg timbul akibat pendebetan rekening-rekening Pemegang Kartu tersebut menjadi tanggung jawab Pemegang Kartu sepenuhnya.

Pasal 20
BCA berhak untuk membebani Rekening Pemegang Kartu dari semua biaya penagihan termasuk biaya pengacara/advokat, biaya pengadilan dan biaya agen, apabila BCA menunjuk atau menguasakan pihak ketiga untuk menyelesaikan tagihan dari Pemegang Kartu. Pemegang Kartu setuju untuk segera membayar semua biaya tersebut waktu menerima tagihan.

Pasal 30
Pemegang Kartu dengan ini memberikan persetujuan kepada BCA untuk memberikan data-data Pemegang Kartu kepada pihak lain dalam rangka kegiatan promosi atau untuk tujuan komersial lainnya. Pemegang Kartu dengan ini membebaskan BCA dari segala tuntutan yang timbul akibat pemberian data-data Pemegang Kartu kepada pihak lain.

About these ads

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

2 Responses to Tips Menggunakan Kartu Kredit

  1. Saffa' says:

    Pasal 30 tuh yang ngeri. Memberikan data ke orang lain dan bebas segala tuntutan yang timbul. Mau enaknya doank kaga mau getahnya he he :D

  2. menurut saya, kartu kredit bukanlah ajang untuk pamer atau malah ‘penambah penghasilan’ buat kita. tapi hanya bersifat ‘mempermudah’ pembayaran saja. misalnya; beli tiket pesawat dg kartu kredit,dll. karena mmg niatnya membeli tiket pesawat maka begitu kita transaksi dan lembar tagihan kk datang kita harus segera melunasinya
    sekarang mmg banyak gaji 2juta sudah berani punya kk. padahal yg berbahaya adalah kebiasaan kita kalo sudah bergantung dg kartu kredit.
    ttg melarikan diri dr pembayaran utang, pola pikir kita jgn cuma takut dg ancaman hukum. yg lebih berat adalah ‘hukuman dosa’. krn dg melakukan kecurangan yakinlah rejeki kita jg akan di’kurangi’ Allah.

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: