Cara Tepat Menangani Panas tinggi-Kejang-Stip Pada Anak


Artikel tentang kejang/stip pada anak sudah saya bahas sebagian di “Tips merawat balita”. Terinspirasi oleh search engine yang ter-record WP maka aku ingin membahasnya kembali dengan lebih detail. Hal ini dikarenakan :

1. Kejang/stip pada anak bisa mengakibatkan hal yang serius (autis / keterbelakangan mental), bahkan sampai bisa menyebabkan kematian.

2. Saya pernah mengalaminya waktu kecil dan sekarang anakku yang pertama juga mengalami stip (panas tinggi, kejang, stip) di umurnya yang masih balita.

3. Dan semoga pengalamanku ini bisa membantu para orang tua yang mempunyai anak yang mempunyai riwayat stip, kejang atau panas tinggi.

Menurut kisah orang tuaku, saya pernah mengalami stip/panas tinggi bahkan sampai kejang pada waktu masih balita. Orang jawa menyebut panas tinggi yang mengakibatkan kejang dengan sebutan mecicil. Kejadian itu terjadi pada tengah malam. Karena orang tua masih tinggal di perkampungan dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang rendah, ibuku memberikan pertolongan dengan kompress kepala, diberikan minum baik asi ataupun air putih yang banyak dan memberikan makanan. Kata ibuku setelah panas agak reda aku direbusin telor kampung. Dan aku memakannya hingga habis katanya. Mungkin ibuku senang sekali melihat aku sudah mau makan yang berarti pertanda baik untuk kesehatan anaknya.

Setelah saya menikah dan punya anak, anakku yang pertama juga mengalami stip/panas tinggi/kejang pada waktu umur 6 bulan. Aku tidak tahu apakah hal ini ada faktor keturunan. tetapi saya yakin ada kecenderungan mengarah kesana.

Awalnya anak panas selama dua hari dan tidak  turun-turun bahkan cenderung menjadi lebih tinggi. Hari ke tiganya saya langsung tidak masuk kerja dan membawa anak ke rumah sakit. Feeling saya pasti ini anak ada apa-apanya (maksudnya pasti ada penyakit penyebab panas yang tidak kita ketahui dan si anak belum bisa ngomong). Dan benar saja setelah dokter UGD memeriksa, dokter mengatakan anak saya harus dirawat karena trombositnya rendah. Hanya belum dijelaskan secara specific, dokter masih menduga antara mag, thypus atau DB.

Aku langsung mengiyakan dan daftar kamar inap untuk anakku. Pada Siang harinya anakku sudah masuk kamar inap dan diberikan obat, panas anakku langsung turun. Aku dan istri sangat senang dengan kondisi anakku. Kondisi ini berlangsung sampai malam jam 23.00an. Rencananya kami akan membawa pulang anakku besok siang jadi biar cuma 1 hari 1 malam saja rawat inapnya, begitu pemikiran kami. Tetapi ketika menginjak jam tengah malam anakku menangis dan panasnya tinggi lagi bahkan hingga 40.1 °C. Penanganan di rumah sakit atas peritah dokter waktu itu adalah :

1. Berikan kompress pada anak.

2. Berikan air minum yang banyak.

3. Diberikan obat anti kejang ( yang lewat anus). Karna obat ini tidak berfungsi maka dokter memberikan obat lain. Ternyata anakku terserang disentri sehingga obat anti kejang yang dimasukkan ke anus tadi terbawa keluar akibat tinja cair yang keluar dengan derasnya. Dari sinilah sumber penyebab panas anakku diketahui.

4. Diberikan obat penurun panas lewat infus.

5. Istri yang lebih mengetahui kondisi anakku, memasukkan tangannya ke mulut anakku. Hal ini bertujuan agar lidah si anak tidak menjulur ke depan dan tergigit oleh si anak.

Terror dan ketegangan berlangsung hampir 1.5 jam. Jam 02.00 an malam kami bisa tidur, anakku pun bisa tidur. Hingga tiga hari akhirnya anakku baru boleh meninggalkan rumah sakit. Dari pengalamanku tersebut aku dan istri segera meyiapkan langkah-langkah antisipasi kalau si sulung Abil panas lagi. Ini dia tips-tips menangani anak yang panas tinggi/kejang/stip :

1. Sediakan thermometer. Thermometer berfungsi untuk mengetahui berapa tinggi panas anak. Setiap anak daya tahannya berbeda-beda. Ada yang 40°C masih tahan dan nggak kejang dan ada yang 38°C sudah menggigil. Kalau anakku 38°C dia sudah mata merah dan dia bilang “Pa mataku sakit, perih”. Nah.. kalau sudah begitu maka waktunya untuk menidurkannya. Dengan mempunyai thermometer kita bisa mengetahui berapa kebiasaan kekuatan anak kita dalam menahan panas, dan memperhitungkan kapan memberikan obat dan dengan obat apa yang tepat?

2. Sediakan obat penurun panas. Ketika kita sudah sedia obat penurun panas, maka sewaktu-waktu anak panas maka kita tidak repot-repot harus membelinya. Kalau warung dekat nggak masalah, tapi kalau hal ini terjadi pada waktu malam hari coba gimana, kan bisa repot bro..?. Jadi sedia obat tujuannya sedia payung sebelum hujan dan tindakan antisipasi pertama jika anak mulai panas.

3. Sediakan obat anti kejang. Jika dalam waktu 30 menit sampai 60 menit reaksi obat penurun panas yang kita berikan belum membuat panas anak turun, maka berikan obat anti kejang dari anus. Bila dalam waktu 1 jam belum juga turun maka alangkah baiknya kalau si anak langsung di bawa ke rumah sakit. Oya selama pemberian obat penurun panas ataupun obat anti kejang usahakan si anak kita tidurkan dan berikan minum air putih yang banyak.

4. Kompress kening anak. Langkah ini menurut saya bertujuan untuk membantu menurunkan panas, walaupun telah kita berikan obat penurun panas. Dan juga membantu si anak lebih nyaman dan agar cepat tidur. Namun pengalaman saya tidak gampang meng-kompress anak. Berusahalah terus walaupun meng-kompress hanya sebentar-sebentar saja. Karena anak kalau sudah tidak mau di kompress biasanya mengamuk, meronta, dan menangis. Jadi perlu pendekatan khusus dan keintiman agar si anak nyaman dan bersedia di kompress.

5. Berikan minum air putih yang banyak. Air putih juga berfungsi untuk membantu menurunkan panas lewat air seni yang dibuang. Jadi semakin banyak minum air putih kemungkinan buang air akan lebih sering dan panas akan lebih cepat turun. Hal inipun juga tidak mudah karena anak balita apalagi yang minum asi atau susu sangat susah untuk diminta minum air putih, anda pun harus sabar dan telaten membujuk si anak agar mau minum air putih. Karna putus asa biasanya saya langsung bilang ke istri untuk memberikan susu saja. Karna kasihan anak sedang haus dan minta minum, cuma nggak mau minum air putih.

6. Jika anak kejang / menggigil di rumah. Jika hal ini terjadi jangan panik, tetap usahakan untuk memberikan obat anti kejang ke anus dan jangan lupa masukkan tangan atau sendok ke mulut si anak. Tujuan memasukkan tangan kita atau sendok ke mulut si anak adalah jangan sampai lidah tergigit saat kejang. Hal ini bisa berbahaya karena lidah bisa putus ataupun luka akibat kuatnya gigitan si anak saat menggigil / kejang.

7. Istirahatkan anak dengan cukup. Bagi anak yang pernah mengalami stip istirahat yang cukup sangat penting karna kelelahan bisa memicu terjadinya panas pada anak. Jadi anda harus ekstra hati-hati dan waspada terhadap anak.

8. Pijatlah anak ke ahli urut / ahli pijat bayi 1 bulan sekali. Tindakan ini hanya antisipasi jangka panjang, karna prinsipnya anak capek atau lelah pun bisa menimbulkan panas bagi si anak. Jika sering di pijat (ideal 1 bulan) anak kita akan makan dan tidur dengan nyaman. Hal ini pun bisa membantu perkembangan si anak. Jika tidak bisa sebulan sekali, lakukan 3 bulan sekali atau jika si anak sudah gelisah (tidak lelap) waktu tidurnya.

9. Perhatikan asupan makanan anak. Asupan anak pun harus kita perhatikan juga. Karna beberapa makanan bisa menyebabkan dan memicu gejala awal panas semisal, sariawan, radang tenggorokkan, batuk, pilek ataupun disentri. Istriku melarang anak untuk makan chiki atau snack dengan perasa tinggi, gorengan berminyak, es dengan pemanis buatan, dan tidak membelikan jajanan di sembarang tempat. Biasakan anak makan dengan jajanan sehat seperti susu, roti bolu dan sejenisnya, eskrim dari mini market. Kalau kita bisa membiasakan anak jajanan sehat insya allah anak pun tahunya jajanan yang kita perkenalkan itu. Seperti si sulung Abil alhamdulilah sampai umur 5 tahun ini kalau ke mini market atau super market dia hanya akan minta jajan susu, es krim dan satu lagi mainannya yang nggak pernah lupa mobil Hot Wheel yang keren itu…

10. Perhatikan dengan kasih sayang dan seksama. Perhatian dan kasih sayang kita membuat anak nyaman dan tenang disaat situasi sakit & tegang sekalipun. Ada anak yang susah dalam minum obat kan..? nah itu dia salah satu tanda anak yang liar dan kurang hubungan komunikasinya dengan ibu dan bapaknya, itu menurut saya bro..nah alhamdulilah kalau anakku yang no 2 saat sedang panas dia langsung bilang “Pak minta obat agar mano cembuh” demikian kata anakku yang kecil yang masih berusia 2.5 tahun.

11. Segera bawa ke dokter bila panas anak selama 2 hari tidak turun. Ini adalah langkah pamungkas jika sudah diberikan obat penurun panas dan obat anti kejang namun tidak turun. Panas anak 2 hari tidak turun-turun. Atau jika tiba-tiba anak kejang tanpa di dahului panas awal terlebih dahulu. Segera bawa ke rumah sakit rujukan keluarga anda, jangan biarkan anda menyesal di kemudian hari karena tidak melakukan yang terbaik untuk anak anda. Semoga bermanfaat.

About these ads

About Abing Manohara
Hi...Assalamu 'alaikum...I like to write, sharing kindliness and science, tips and solution. Hopefully with this blog many charitable and benefit which I can do for the others people. Solidarity forever....

11 Responses to Cara Tepat Menangani Panas tinggi-Kejang-Stip Pada Anak

  1. Pingback: TERAPI ANAK STIP-KEJANG-PANAS TINGG PADA ANAK « wikisopo

  2. indrakrn says:

    Infonya bermanfaat, saya setuju banget dengan artikelnya sist…
    kadang hal-hal seperti itu memang terlewatkan..

    mantabbb…
    keep blogging ya…

  3. Subur Burhan says:

    salut bwt anda sudah bagi info, coz anak gw juga kalo panas tinggi truz langsung step,salute bwt ente bro

  4. Makasih infonya bisa menambah wawasan saya dlm mengasuh buah hati thank,,,

  5. you’re welcome bung Dhika…

  6. Irvan Van says:

    Anak saya.umur.9 bulan demam panas tdk Turun2 …apa cara panas nya cep at turn

  7. mkasih banyak ya atas infox.

  8. Bayu Angga says:

    makasih atas infonya semoga bermanfaa bagi saya sekarang n mendatang kelak…

  9. syukron katsir,…atas infonya,…

  10. mas thoni says:

    maaf saya kurang setuju dengan cara yang memasukan tangan atau sendok ke mulut anak yang kejang, karena itu justru dilarang karena bisa menyebabkan anak susah bernafas, silahkan rujuk pada ketentuan medis yang upp to date, supaya dalam mengatasi keadaan tersebut tidak salah kaprah, asumsi ilmiyahnya adalah ketika kejang lidah anak justru mengerut kebelakang sehingga tidak mungkin tergigit. untuk lebih jelasnya silahkan menanyakan pada dokter, terimakasih.

Leave Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: